Selasa, 20/10/2026 22:59 WIB

Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium 21 Oktober, Ini Sejarahnya





Tanggal 21 Oktober diperingati secara global sebagai Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium Sedunia.

Ilustrasi - Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium Sedunia setiap 21 Oktober (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 21 Oktober diperingati secara global sebagai Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium Sedunia atau World Iodine Deficiency Disorders (IDD) Prevention Day.

Momen tahunan ini menjadi sarana edukasi berskala internasional untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai dampak serius dari kurangnya asupan zat yodium bagi kesehatan tubuh serta perkembangan generasi mendatang.

Yodium merupakan salah satu mineral mikro esensial yang memegang peranan krusial dalam pembentukan hormon tiroid. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh, pertumbuhan fisik, hingga perkembangan otak.

Meski dibutuhkan dalam jumlah yang relatif kecil, kekurangan yodium secara berkelanjutan dapat memicu berbagai persoalan kesehatan serius, mulai dari penyakit gondok, hipotiroidisme, keterlambatan tumbuh kembang (stunting), hingga penurunan fungsi kognitif pada anak-anak.

Dihimpun dari berbagai sumber, kemunculan peringatan ini digagas oleh konsorsium organisasi internasional yang peduli terhadap isu gizi buruk dan kesehatan masyarakat.

Lembaga-lembaga dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, serta International Council for Control of Iodine Deficiency Disorders (ICCIDD) menginisiasi kampanye global ini untuk mempercepat pengentasan masalah defisiensi yodium di berbagai wilayah berkembang.

Sejarah pengentasan gangguan akibat kekurangan yodium berfokus pada upaya diplomasi kesehatan sejak era 1990-an, ketika jutaan orang di seluruh dunia berisiko mengalami kelainan fisik dan mental akibat kondisi geografis wilayah yang miskin kandungan mineral yodium.

Melalui Pertemuan Puncak Dunia untuk Anak-anak (World Summit for Children) pada masa itu, ditetapkan komitmen bersama antarnegara untuk mengeliminasi gangguan kekurangan yodium sebagai masalah kesehatan masyarakat global.

Sebagai solusi konkret dan berbiaya terjangkau, gerakan ini mendorong diterapkannya program Universal Salt Iodization (USI) atau Iodisasi Garam Universal.

Melalui strategi ini, industri dan pembuat kebijakan diwajibkan untuk mengenrichment atau menambahkan kalium iodat ke dalam garam dapur yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Langkah sederhana tersebut terbukti menjadi salah satu intervensi gizi paling sukses dalam sejarah kesehatan publik modern.

Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi untuk memastikan ketersediaan garam beryodium bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini selaras dengan program prioritas penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

Peringatan Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium Sedunia setiap tanggal 21 Oktober diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi setiap keluarga akan pentingnya memilih dan mengonsumsi bahan pangan serta garam beryodium secara konsisten demi menjaga kesehatan tiroid dan kecerdasan generasi penerus.

KEYWORD :

Hari Pencegahan Gangguan Kekurangan Yodium Sedunia 21 Oktober Peringatan Dunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :