Kamis, 22/10/2026 06:47 WIB

GINSI Apresiasi Kemendag, TEI 2026 Capai Transaksi Rp414,13 Triliun





GINSI sebagai wadah pelaku usaha importir nasional juga berperan aktif dengan mengisi booth di ajang pameran tersebut

Kunjungan delegasi bisnis dari India ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Foto: ginsi/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, selama lima hari, 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, telah berakhir.

Pameran berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” itu juga berhasil menarik perhatian para pelaku bisnis di dalam maupun luar negeri.

Wakil Ketua Umum BPP Gabungan Importir Indonesia (GINSI) Erwin Taufan, mengapresiasi Pemerintah RI melalui Kemendag yang telah memfasilitasi terjadinya pertemuan bisnis (B to B) antar pelaku usaha dalam dan luar negeri pada ajang pameran TEI 2026 tersebut.

"Ajang seperti ini sangat produktif dalam membangun networking para pelaku usaha, dan sekaligus menandakan bahwa kehadiran Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha nasiinal termasuk UMKM," ujar Taufan melalui keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Taufan, pameran TEI bukan sekedar sebagai pertemuan business matching dan konsultasi bisnis, tetapi menjadi forum dan seminar internasional serta penjajakan kerja sama perdagangan.

"GINSI sebagai wadah pelaku usaha importir nasional juga berperan aktif dengan mengisi booth di ajang pameran tersebut," ucap Taufan.

Dalam TEI 2026 tersebut, Kemendag berhasil mencatat nilai transaksi mencapai US$22,94 miliar atau sekitar Rp414,13 triliun (kurs Rp18.053). Capaian tersebut setara 131 persen dari target yang ditetapkan sebesar US$17,5 miliar atau Rp315,92 triliun.

Dalam penutupan TEI 2026 di ICE BSD, Tangerang, Minggu (18/10/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, bahwa transaksi dalam pameran tersebut tersebut mencakup kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar US$510,79 juta.

Selain itu, eksportir dan importir menandatangani 426 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) selama pameran berlangsung.

"Capaian nilai transaksi selama lima hari yaitu sebesar US$22,94 miliar. Ini kalau dirupiahkan sekitar Rp414 triliun. Dari US$22,94 miliar ini ada transaksi dari UMKM senilai US$510,79 juta. Capaian ini melampaui target, sebesar 131 persen dari target," ujar Mendag Budi.

Dia menjelaskan capaian tersebut juga didukung penjajakan bisnis yang dilakukan sejak setahun sebelum pameran.

Dalam Pameran TEI 2026 itu, perwakilan Indonesia di luar negeri, mulai dari duta besar, konsulat jenderal, atase perdagangan, hingga Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dilibatkan untuk mencari calon pembeli melalui program business matching.

India menjadi negara dengan nilai transaksi tertinggi, disusul Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, produk dengan transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta produk kertas.

TEI ke-41 diikuti 1.873 peserta pameran dan dikunjungi 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pembeli dari luar negeri mencapai 9.600 orang yang berasal dari 151 negara.

TEI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-41 sejak pameran tersebut dimulai pada 1985. Kementerian Perdagangan menjadwalkan TEI berikutnya pada 13-17 Oktober 2027.

KEYWORD :

TEI 2026 Erwin Taufan Trade Expo Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :