https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pimpin Apel HSN, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa

Eko Budhiarto | Kamis, 22/10/2026 13:28 WIB



Santri memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan para ulama yang telah meletakkan fondasi keislaman dan kebangsaan Indonesia. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Panglima Santri Nusantara, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru, Riau.

Pekanbaru, Jurnas.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Panglima Santri Nusantara, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menegaskan santri harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga ketertinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru, Riau. “Santri harus menjadi motor bagi persatuan dan kesatuan umat serta persatuan bangsa,” tegas Gus Muhaimin di Pekanbaru, Kamis (22/10/2026).

Gus Muhaimin mengatakan, santri memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan para ulama yang telah meletakkan fondasi keislaman dan kebangsaan Indonesia. Menurutnya, warisan tersebut dibangun melalui pengorbanan, perjuangan, dan pengabdian panjang. “Santri merupakan pewaris sejarah yang jelas-jelas dirintis oleh para ulama, dibangun melalui keringat, air mata, jiwa, nyawa, dan pengabdian yang tidak pernah lelah,” ujarnya.

Baca juga :
10 Contoh Ucapan Hari Santri Nasional 2026 yang Penuh Makna

Ia menekankan, makna santri tidak terbatas pada mereka yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Nilai kesantrian juga harus tercermin pada siapa pun yang menjunjung kejujuran, integritas, kemandirian, serta komitmen mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

“Santri memiliki arti yang lebih luas, yaitu jiwa-jiwa yang tangguh, yang dididik dengan penuh kesungguhan, digembleng dengan kesederhanaan, dibangun dengan ketahanan,” katanya.

Baca juga :
Hari Santri Nasional Setiap 22 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuannya

Dalam pidatonya, Gus Muhaimin menyoroti kemiskinan dan ketertinggalan penguasaan teknologi sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi. Ia menyebut sekitar 23 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Pada saat yang sama, Indonesia perlu memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu melahirkan generasi unggul yang sanggup bersaing di tingkat global.

“Kita harus terus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi agar kita terus mempersiapkan diri menjadi bangsa yang unggul, menjadi generasi emas yang siap bersaing dan tidak kalah, bahkan menang dibanding bangsa-bangsa lainnya,” ujarnya.

Baca juga :
Legislator PKB Kecam Kasus Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM

Menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, dan berbagai persoalan kemanusiaan global, Gus Muhaimin menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional. Ia meyakini karakter santri dapat menjadi modal dalam membangun bangsa yang tangguh dan tidak bergantung pada negara lain. “Santri insyaallah pasti jujur, santri insyaallah pasti tangguh, dan santri insyaallah tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan,” tegasnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, Gus Muhaimin menyerukan tiga komitmen utama bagi santri Indonesia. Pertama, menjadi pemersatu umat Islam dan bangsa. Kedua, terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Ketiga, menjadikan kiai, ulama, dan santri sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan. “Dengan tiga komitmen ini, kita akan terus menerobos berbagai belenggu keterbatasan, menolak dan mengatasi segala bentuk ketertinggalan,” katanya.

Gus Muhaimin menambahkan, santri harus mampu hadir di berbagai sektor kehidupan dan mengambil bagian dalam proses perubahan. Menurutnya, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada pendidikan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter yang mendorong kemandirian dan kebermanfaatan sosial.

"Karena itu, santri harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu menjawab tantangan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ulama, dan pengasuh pesantren yang konsisten mendidik generasi muda. Gus Muhaimin menilai keberadaan pesantren sangat penting dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. “Tanpa para ulama, para kiai, para pengasuh pondok pesantren, kita akan kehilangan pemimpin-pemimpin masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin mendorong transformasi pendidikan pesantren agar semakin unggul, adaptif, dan mampu melahirkan lulusan berkualitas. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan perlu disertai penguatan infrastruktur, sistem pendidikan, dan dukungan bagi pengembangan pesantren. Ia pun berpesan kepada para santri agar terus meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Disiplinlah, bersungguh-sungguhlah, dan teruslah tidak pernah berhenti untuk belajar, beradaptasi terhadap tantangan dan perubahan,” pesannya.

Dalam pidatonya, Gus Muhaimin juga menyampaikan dukungan terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian bangsa berbasis kekayaan dan sumber daya nasional.

Ia juga berharap Hari Santri Nasional menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Ia mengajak seluruh santri untuk tidak berhenti belajar serta mengambil peran dalam memperbaiki keadaan bangsa. “Bersiap-siaplah, kalian kelak yang akan memperbaiki negeri dan dunia,” pungkasnya.

Peringatan HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Yayasan Nur Iman Pekanbaru Amrasul Abdullah, pimpinan Pondok Pesantren Dar el Hikmah Amran Suardi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Bendum DPP PKB Bambang Susanto, serta sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRD, dan kepala daerah dari Riau.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gus Muhaimin Hari Santri Nasional Partai Kebangkitan Bangsa

Terkini | Kamis, 22/10/2026 14:08 WIB

News

Pimpin Apel HSN, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa

Humanika

Kisah Prabu Siliwangi Terpikat Bacaan Al-Quran Santri Putri Cantik

News

Legislator PKS Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

TNI Bakal Dalami Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Korupsi BNPB

Olahraga

Imbang Lawan Bayern, Kapten Arsenal Puas dengan Performa Timnya

News

Legislator Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Olahraga

Arteta Puji Mentalitas Anak Asuhnya usai Tahan Imbang Bayern

News

70.239 Balita Terserang ISPA, Puan Desak Penanganan Karhutla

Humanika

Mengenal Asal Usul Santri dan Nilai Filosofis di Balik Namanya

News

Putusan MK Momentum Pembenahan Sistem Kebencanaan Nasional

Olahraga

Carrick Kecewa Berat, Sebut Performa MU Lawan Como Sulit Ditonton

Olahraga

Youri Tielemans Minta Maaf usai Manchester United Dibantai Como 4-1

Gaya Hidup

Hujan Meteor Orionid 21–22 Oktober, Cahaya Bulan Jadi Tantangan Pengamatan

News

AS dan Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran Usai Pemilu Sela

News

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Berstatus PMA

News

Prabowo Minta Usut Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

News

Trump: Perang AS-Iran Segera Berakhir, tetapi Ingin Hasilnya Bertahan Lama

Humanika

10 Pahlawan Nasional dari Kalangan Santri

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777