Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto. (Foto: Antara)
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia menilai pentingnya mengubah peta jalan (roadmap) teknologi dan talenta digital di tanah air agar tidak hanya berhenti pada perencanaan, melainkan bertransformasi menjadi investasi yang berdampak, layak secara komersial, dan berkelanjutan bagi bangsa.
Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan peta jalan teknologi. Tantangan utamanya adalah bagaimana mewujudkan rencana tersebut menjadi ekosistem yang bertumbuh, memiliki skala, serta bernilai ekonomi.
"Indonesia tidak kekurangan peta jalan teknologi, yang kita butuhkan bukan hanya peta jalan, tapi mengubah peta jalan itu menjadi investasi yang tumbuh, punya pengguna, punya skala, layak secara komersial, dan berdampak bagi bangsa dan negara," ujar Dwi di Jakarta, Rabu.
Peran Strategis Pemerintah dan BUMN sebagai First Buyer
Dalam pengembangannya, pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan krusial. Kebutuhan layanan publik yang masif—mulai dari dokumen berstandar cip seperti E-KTP dan paspor, hingga sektor listrik, telekomunikasi, serta perbankan—dapat dioptimalkan untuk mendorong kemandirian industri dalam negeri.
Jika kebutuhan tersebut diarahkan secara tepat, pemerintah dan BUMN dapat bertindak sebagai pembeli pertama (first buyer) bagi produk teknologi buatan lokal. Inilah orkestrasi yang tengah diinisiasi oleh Danantara bersama kementerian, lembaga terkait, serta sektor swasta.
Fokus pada Trusted AI dan Keamanan Pasca-Kuantum
Selain infrastruktur layanan dasar, Danantara juga menyoroti relevansi pemanfaatan teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan yang tepercaya (trusted AI) dan keamanan pasca-kuantum (post-quantum security).
Membuka Peluang Melalui Desain Cip Semikonduktor
Di sektor semikonduktor, Danantara melihat adanya celah akses yang masih terbuka lebar bagi talenta digital Indonesia, salah satunya melalui bidang desain cip. Jalur ini dinilai lebih strategis karena tidak memerlukan modal investasi hingga miliaran dolar, melainkan fokus pada pengembangan kapasitas SDM.
Sebagai langkah nyata, Danantara telah bekerja sama dengan Arm, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk meluncurkan gelombang pertama program pelatihan Arm. Inisiatif strategis ini menargetkan pelatihan hingga 15.000 talenta lokal di bidang desain cip.
Melalui penguasaan desain cip ini, diharapkan generasi muda Indonesia mampu melahirkan inovasi mandiri untuk menjawab berbagai kebutuhan domestik, mulai dari identitas yang aman, perangkat kesehatan, hingga konektivitas masa depan.
Selasa, 20/10/2026 08:35 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB