https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS dan Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran Usai Pemilu Sela

Agus Mughni | Kamis, 22/10/2026 10:05 WIB



Militer AS dan Israel dilaporkan meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk berlatih melakukan manuver serangan Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan telah menyusun rencana serangan baru terhadap Iran yang berpotensi dilancarkan setelah pemilu sela AS.

Rencana tersebut mencakup kemungkinan operasi militer singkat tetapi intensif, dengan sasaran potensial berupa fasilitas nuklir, persenjataan rudal dan drone, hingga infrastruktur energi Iran.

Laporan The New York Times pada Rabu menyebutkan, persiapan militer kedua negara untuk kemungkinan serangan tersebut terus berkembang. Informasi itu diperoleh dari sejumlah pejabat AS dan pihak lain yang mengetahui pembahasan mengenai rencana tersebut.

Baca juga :
Trump: Perang AS-Iran Segera Berakhir, tetapi Ingin Hasilnya Bertahan Lama

Militer AS dan Israel dilaporkan meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk berlatih melakukan manuver serangan. Meski demikian, rencana tersebut belum tentu mendapat persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Menurut laporan The New York Times, sejumlah target yang dipertimbangkan dalam rencana serangan baru itu meliputi fasilitas nuklir Iran, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi.

Baca juga :
Iran Lantik Menhan Baru, Ancam Balasan Besar Jika AS-Israel Menyerang

Salah satu kemungkinan sasaran dalam operasi terhadap program nuklir Iran adalah Pickaxe Mountain, lokasi yang memiliki fasilitas jauh di bawah tanah.

Laporan tersebut juga menyebutkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel pada pekan ini untuk membahas kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

Baca juga :
AS Ancam Iran: Pilih Kesepakatan Nuklir atau Aksi Militer

Namun, belum ada kepastian bahwa seluruh opsi yang disiapkan kedua militer tersebut akan dijalankan. Keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan pemerintahan Trump.

The New York Times melaporkan bahwa peluang serangan baru terhadap Iran masih belum pasti. Trump disebut berulang kali menolak rencana untuk kembali melancarkan operasi tempur besar sepanjang tahun ini.

Pada awal Oktober, Trump mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela karena kedua pihak tengah menjalani pembicaraan yang disebutnya menunjukkan kemajuan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer “that may or may not exist” atau rencana yang mungkin ada maupun tidak ada.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump tetap mempertahankan semua opsi untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan Iran menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan.

Konflik itu juga menyebabkan Selat Hormuz secara efektif tertutup. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute penting bagi pasokan energi global.

Pada Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman setelah dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun, kesepakatan tersebut kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan, termasuk mengenai pelayaran di Selat Hormuz. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Militer AS Militer Israel Perang Iran AS-Iran AS dan Israel

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777