Pelatih Arsenal, Mikel Arteta (Foto: arsenal.com)
Jakarta, Jurnas.com - Arsenal menunjukkan semangat juang saat menahan imbang Bayern Munchen 2-2 dalam pertandingan Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (22/10) dini hari WIB.
Pelatih Mikel Arteta mengapresiasi mentalitas dan keberanian anak asuhnya, meski mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil tersebut.
Arsenal sempat unggul lebih dahulu melalui Ebere Eze setelah Bukayo Saka mengalami cedera paha dan harus ditarik keluar pada awal pertandingan. Namun, Bayern mampu menyamakan kedudukan melalui Alphonso Davies sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Bayern berbalik unggul setelah Harry Kane mencetak gol melalui titik penalti.
Arsenal kemudian menyelamatkan satu poin berkat gol Declan Rice pada delapan menit menjelang pertandingan berakhir.
Arteta mengatakan Arsenal datang ke markas Bayern dengan target meraih kemenangan. Menurutnya, timnya mampu menguasai permainan pada 20 hingga 25 menit pertama dan memberikan tekanan kepada tuan rumah.
“Kami menerima hasil imbang ini, tetapi bukan berarti kami benar-benar puas karena kami mempersiapkan tim untuk memenangkan pertandingan,” kata Arteta dalam konferensi pers seusai laga dikutip dari laman resmi klub pada Kamis.
Ia menilai Arsenal mampu menunjukkan permainan agresif sejak awal, tetapi sejumlah kesalahan kecil membuat Bayern mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Arteta menyebut persaingan di level tertinggi ditentukan oleh detail yang sangat tipis.
Meski sempat tertinggal, Arsenal tidak kehilangan kendali dan terus berusaha menyerang. Arteta menilai respons para pemain setelah kebobolan menjadi salah satu hal positif dari pertandingan tersebut.
Ketika berhasil menyamakan kedudukan, para pemain Arsenal kembali berusaha menguasai bola dan mencari gol kemenangan.
“Saya pikir itu menunjukkan banyak hal tentang tim ini, terutama jika melihat Bayern dalam dua atau tiga tahun terakhir dan bagaimana tim-tim yang datang ke sini bisa dihancurkan. Melihat kualitas tim dan pelatih mereka, saya harus memberikan pujian kepada para pemain kami,” ujarnya.
Arteta juga mengapresiasi keberanian Arsenal dalam menghadapi tekanan Bayern. Ia menilai para pemain mampu memahami perubahan pendekatan lawan dan menyesuaikan permainan dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.
Meski demikian, ia mengakui Arsenal masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, tim memiliki beberapa peluang yang seharusnya dapat dimaksimalkan dengan lebih baik.
Di sisi lain, Arteta memberikan perhatian khusus terhadap cedera Bukayo Saka. Pemain sayap tersebut mengalami masalah pada paha depan dan harus meninggalkan lapangan lebih awal.
“Ini cedera pada paha depannya. Itu terjadi pada awal pertandingan. Intensitas yang dibutuhkan dalam permainannya sangat tinggi. Kualitas, kekuatan, dan konsentrasi yang diperlukan harus berada di level tertinggi. Sayangnya, hal seperti ini bisa terjadi,” kata Arteta.
Ia mengakui kondisi Saka belum terlihat baik, tetapi Arsenal masih harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan cederanya.
Arteta juga memuji penampilan Ebere Eze yang menggantikan Saka. Menurutnya, kontribusi Eze tidak hanya terlihat dari gol yang dicetak, tetapi juga dari pergerakannya dan kerja keras ketika tim tidak menguasai bola.
Hasil imbang tersebut membuat Arsenal mempertahankan rekor tidak terkalahkan pada fase liga Liga Champions.
Arteta berharap timnya dapat mempertahankan karakter dan kualitas permainan tersebut sambil memperbaiki kekurangan yang terlihat saat menghadapi Bayern Munchen.
Kamis, 22/10/2026 13:02 WIB
Selasa, 20/10/2026 08:35 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB