Ilustrasi kantor Danantara Indonesia. (Foto: Net)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi mulai memborong saham-saham di pasar modal domestik sejak dua hari terakhir. Langkah strategis ini difokuskan terutama pada saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai memiliki valuasi menarik serta prospek pertumbuhan cerah.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa keputusan pembelian ini didasarkan pada pertimbangan fundamental perusahaan yang kuat serta potensi imbal hasil (return) yang menarik dibandingkan risikonya.
“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,” ujar Pandu dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.
Pandu menegaskan, strategi investasi Danantara tetap berorientasi pada keuntungan (profit oriented) dengan senantiasa melihat keseimbangan risiko dan imbal hasil (risk-reward). Penambahan kepemilikan saham ini juga akan terus dilakukan secara berkala selama peluang pasar masih menjanjikan.
Tanggapi Isu MSCI dan Gandeng Pengelola Profesional
Dalam kesempatan yang sama, Pandu turut menyoroti isu terkait penyedia indeks global MSCI yang tengah menjadi perhatian pelaku pasar. Ia menilai perlu ada pemisahan antara dinamika yang berkembang di pasar modal dengan kondisi nyata perusahaan tercatat. Oleh karena itu, fundamental masing-masing perusahaan—khususnya BUMN—harus menjadi acuan utama dalam menentukan langkah investasi.
Sementara itu, Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa dalam mengeksekusi strategi di pasar modal, Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung (stock picking). Sebaliknya, mereka memilih untuk bermitra dengan pengelola investasi profesional baik domestik maupun global.
Sebelum menunjuk mitra, Danantara secara ketat melakukan uji tuntas (due diligence) yang mencakup penilaian rekam jejak, pengalaman, eksposur, hingga proses investasi yang dijalankan. Pendekatan kemitraan serupa juga diterapkan pada lini investasi publik, ekuitas swasta (private equity), serta kredit swasta (private credit).
Meskipun belum dapat mengungkapkan angka pastinya, Stefanus memastikan pihaknya telah menempatkan dana dalam jumlah cukup besar di pasar domestik dan siap menggelontorkan dana dengan besaran serupa pada tahap berikutnya.
Kamis, 22/10/2026 14:23 WIB
Selasa, 20/10/2026 08:35 WIB
Sabtu, 17/10/2026 08:35 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB