https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Santri Momentum Komitmen Negara terhadap Pesantren

Gery David Sitompul | Kamis, 22/10/2026 14:12 WIB



Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen negara dalam mendukung pesantren. Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen negara dalam mendukung pesantren dan meningkatkan kualitas pendidikan serta pelindungan santri.

Menurut Hetifah, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga lembaga pendidikan yang berperan penting dalam membentuk karakter, menjaga tradisi keislaman, dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat. 

“Penghargaan terhadap santri harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata. Kita ingin pesantren semakin berkembang, santri mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa semakin kuat,” ujar Hetifah melalui rilis yang diterima Parlementaria, Kamis (22/10/2026). 

Baca juga :
Arif Rahman Pimpin Petani NasDem, Bidik Tiga Program Prioritas

Ia menilai, pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama menjadi langkah penting untuk memperkuat perhatian dan dukungan negara terhadap pesantren. Keberadaan direktorat jenderal tersebut diharapkan dapat membuat kebijakan pemerintah lebih terarah, mencakup pengembangan pendidikan, penguatan dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Namun, Hetifah mengingatkan bahwa penguatan kelembagaan harus diikuti dengan program konkret yang menjawab kebutuhan pesantren. Dukungan pemerintah perlu menjangkau peningkatan sarana dan prasarana, kualitas pendidikan, kapasitas pengasuh dan tenaga pendidik, serta pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.

Baca juga :
Pimpin Apel HSN, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa

“Momentum Hari Santri ini harus menjadi pengingat bahwa hadirnya Ditjen Pesantren perlu diikuti kerja nyata. Pemerintah perlu memastikan dukungan terhadap sarana prasarana, kualitas pendidikan, pengembangan kapasitas pengasuh dan tenaga pendidik, serta kemandirian ekonomi pesantren dapat menjangkau lembaga-lembaga yang membutuhkan,” katanya. 

Selain penguatan kelembagaan, Hetifah mendorong optimalisasi implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Regulasi tersebut menjadi landasan pengakuan negara terhadap kekhasan pesantren sekaligus dasar pemberian afirmasi dan fasilitasi agar pesantren dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga :
Legislator PKS Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

Ia menekankan bahwa upaya memajukan pesantren harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dan pelindungan santri. Aspek kenyamanan, kebersihan, kesehatan, dan keamanan lingkungan pondok atau asrama perlu menjadi perhatian, disertai penyediaan fasilitas yang memadai serta penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. 

“Santri harus merasa aman ketika belajar dan tinggal di pesantren. Kita perlu memastikan pengasuhan berjalan dengan baik, fasilitas memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedia mekanisme penanganan apabila terjadi kekerasan atau pelanggaran. Menjaga martabat pesantren juga berarti memastikan keselamatan dan masa depan santri terlindungi,” tegasnya.

Hetifah berharap penguatan Ditjen Pesantren dan implementasi UU Pesantren dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan pesantren yang maju, mandiri, serta aman bagi seluruh santri. Dengan demikian, pesantren dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusinya bagi pembangunan nasional. 

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga santri Indonesia terus tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, serta pesantren semakin kuat dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutup Hetifah

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VIII DPR Hari Santri Nasional Pendidikan Pesantren

Terkini | Kamis, 22/10/2026 15:10 WIB

News

RUU Perampasan Aset Harus Perhatikan Hak Konstitusional Warga Negara

News

Prabowo Perintahkan Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Terlibat Karhutla

News

Hari Santri Nasional, Al Washliyah Berpesan Jadikan Ilmu Sebagai Cahaya

News

Hari Santri Momentum Komitmen Negara terhadap Pesantren

News

Arif Rahman Pimpin Petani NasDem, Bidik Tiga Program Prioritas

News

Pimpin Apel HSN, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa

Humanika

Kisah Prabu Siliwangi Terpikat Bacaan Al-Quran Santri Putri Cantik

News

Legislator PKS Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Pengendalian Karhutla

TNI Bakal Dalami Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Korupsi BNPB

Olahraga

Imbang Lawan Bayern, Kapten Arsenal Puas dengan Performa Timnya

News

Legislator Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Olahraga

Arteta Puji Mentalitas Anak Asuhnya usai Tahan Imbang Bayern

News

70.239 Balita Terserang ISPA, Puan Desak Penanganan Karhutla

Humanika

Mengenal Asal Usul Santri dan Nilai Filosofis di Balik Namanya

News

Putusan MK Momentum Pembenahan Sistem Kebencanaan Nasional

Olahraga

Carrick Kecewa Berat, Sebut Performa MU Lawan Como Sulit Ditonton

Olahraga

Youri Tielemans Minta Maaf usai Manchester United Dibantai Como 4-1

Gaya Hidup

Hujan Meteor Orionid 21–22 Oktober, Cahaya Bulan Jadi Tantangan Pengamatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777