https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Strategi Rasulullah di Perang Badar, dari Doa hingga Kemenangan Tak Terduga

Agus Mughni | Jum'at, 20/02/2026 22:49 WIB



Sebelum pertempuran dimulai, Nabi Muhammad SAW berdoa memohon pertolongan Ilahi, menguatkan hati para sahabat yang berdiri di sisinya Ilustrasi Perang Badar (Foto: Hijrahtime via Gen Muslim)

Jakarta, Jurnas.com - Perang Badar pada 17 Ramadan 2 Hijriyah menjadi titik balik sejarah Islam, dan di pusatnya berdiri Nabi Muhammad SAW sebagai panglima sekaligus pemimpin spiritual. Di tengah ketimpangan jumlah pasukan, 313 Muslim melawan lebih dari 1.000 Quraisy, Rasulullah memimpin dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

Sebelum pertempuran dimulai, Nabi Muhammad SAW berdoa memohon pertolongan Ilahi, menguatkan hati para sahabat yang berdiri di sisinya, termasuk Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib. Doa dan kepemimpinannya memberi energi spiritual yang membedakan pasukan Muslim dari lawan mereka.

Dikutip dari berbagai sumber, dalam duel pembuka, keberanian sahabat-sahabat Rasulullah tampak nyata. Hamzah bin Abdul Muttalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaidah bin Al-Harith menghadapi tiga pemimpin Quraisy dan menang, mengguncang moral lawan sebelum pertempuran massal dimulai.

Baca juga :
Perang Badar, Pertempuran Dahsyat di Bulan Puasa yang Mengubah Sejarah

Selain membimbing spiritual, Nabi Muhammad SAW juga terbuka terhadap saran strategis. Ketika sahabat Al-Khubab bin al-Mundzir mengusulkan untuk menguasai sumber air Badar, beliau menerima usulan itu tanpa ragu. Taktik ini memberi keuntungan logistik, sementara pasukan Quraisy kesulitan air dan perlengkapan.

Pertempuran berlangsung sengit, namun dengan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang menggabungkan strategi, musyawarah, dan doa, kaum Muslimin berhasil memukul mundur Quraisy. Sekitar 70 pasukan lawan tewas dan 70 ditawan, termasuk Abu Jahal, sementara Muslim kehilangan 14 syuhada.

Baca juga :
Badar 17 Ramadan, Pertempuran Pertama dalam Sejarah Islam

Kemenangan Badar menunjukkan bahwa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar militansi, tetapi perpaduan antara iman, strategi, dan keberanian. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa kemenangan dalam sejarah Islam tidak selalu ditentukan jumlah, melainkan oleh visi, taktik, dan keberanian moral.

Ramadan menjadi saksi sejarah, bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Badar tetap dikenang sebagai simbol kepemimpinan yang cerdas dan keyakinan yang teguh di tengah tantangan terbesar umat Islam. (*)

Baca juga :
Perang di Zaman Nabi yang Terjadi pada Bulan Ramadan
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Badar Rasulullah SAW Sejarah Islam Kemenangan Tak Terduga

Terkini | Sabtu, 04/04/2026 12:13 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777