Proses desalinisasi air laut di Arab Saudi (Foto: Arab News)
Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi sukses mempertahankan posisinya sebagai negara produsen air hasil desalinisasi atau penawaran air laut, terbesar di dunia.
Data resmi terbaru menunjukkan kapasitas produksi harian negara tersebut telah menembus angka 16 juta meter kubik pada akhir 2025, yang menandai lonjakan fantastis sebesar 247,8 persen jika dibandingkan dengan capaian pada 2016 silam.
Berdasarkan laporan tahunan Program Transformasi Nasional (NTP) 2025, dikutip dari Arab News pada Minggu (14/6), Kerajaan Arab Saudi dinilai telah berhasil mengubah berbagai tantangan krisis air menjadi peluang besar bagi inovasi, kemajuan teknologi, serta keberlanjutan jangka panjang melalui sinergi kuat antara Otoritas Air Saudi (SWA) dan NTP.
Secara berkala, kapasitas produksi air desalinisasi di Arab Saudi tercatat merangkak naik dari 4,6 juta meter kubik per hari pada tahun 2016, meningkat menjadi 5,9 juta meter kubik per hari pada tahun 2020, hingga akhirnya melonjak drastis mencapai 16 juta meter kubik di penghujung 2025.
Pencapaian masif ini kian mempertegas posisi Saudi di garda terdepan dalam upaya desalinisasi global, sekaligus menjadi percontohan internasional dalam menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Keenam mengenai penyediaan air bersih dan sanitasi layak.
“Kerajaan Arab Saudi telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai model global dalam memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6, yang berfokus pada jaminan air bersih dan sanitasi untuk semua. Penghargaan ini mencerminkan komitmen negara terhadap praktik terbaik dan kemajuan pesat di sektor krusial ini,” demikian bunyi laoran tersebut.
Laporan tersebut juga menyoroti keberhasilan Arab Saudi dalam memecahkan beberapa rekor dunia Guinness World Records di bidang teknologi desalinisasi. Salah satunya adalah fasilitas pembangkit Shuaiba Tahap 5 yang memecahkan rekor konsumsi energi terendah di dunia, yakni hanya menghabiskan 2,34 kilowatt-jam per meter kubik secara keseluruhan dan hanya 1,7 kWh per meter kubik selama fase pemisahan kadar garam.
Selain itu, proyek Al-Khobar Tahap II juga mencatatkan rekor dunia untuk kapasitas produksi luar biasa mencapai 670.852,4 meter kubik per hari yang dibangun di atas salah satu lahan paling efisien dan terkecil untuk proyek skala sejenis.
Di sisi lain, Arab Saudi kini telah mendirikan fasilitas riset air terbesar di dunia bernama Fasilitas Riset dan Inovasi Air Oasis Rabigh yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 33.000 meter persegi untuk dijadikan sebagai pusat nasional bagi pengembangan teknologi air.
Kinerja NTP juga berkontribusi besar terhadap perluasan jaringan pipa air bersih di seluruh penjuru negeri, di mana hingga akhir 2025 tercatat ada lebih dari 3,7 juta meter saluran transmisi dan jaringan distribusi air yang telah selesai dipasang.
Ekspansi infrastruktur masif tersebut berhasil menyalurkan pasokan air bersih kepada lebih dari 27 juta penerima manfaat, didukung oleh kapasitas penyimpanan yang melebihi 1,5 million meter kubik, stasiun pompa berkapasitas 2 juta meter kubik per hari, serta stasiun pengangkat dengan kapasitas harian di atas 351.000 meter kubik.
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB