Drone Shahid Iran (Foto: Bloomberg)
Dubai, Jurnas.com - Uni Emirat Arab (UEA) melontarkan kecaman keras terhadap serangkaian serangan pesawat nirawak (drone), yang baru-baru ini diluncurkan dari wilayah Irak dengan sasaran fasilitas minyak di kawasan timur Arab Saudi.
Melalui sebuah pernyataan yang diunggah di akun X pada Kamis (30/7), Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan "pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman bagi keamanan dan stabilitasnya."
UEA menegaskan kembali solidaritas penuh terhadap Arab Saudi, serta dukungan raksasa Teluk itu untuk segala tindakan yang bertujuan menjaga keamanan dan stabilitasnya.
Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi turut bersuara keras merespons tindakan yang dia gambarkan sebagai serangan teroris, terhadap kepentingan minyak Arab Saudi oleh kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak.
Albudaiwi menganggap tindakan-tindakan tersebut sebagai eskalasi yang berbahaya, pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Kerajaan, dan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitasnya, serta perdamaian dan keamanan regional.
"Kelanjutan dari serangan teroris ini merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan regional, merusak upaya internasional yang bertujuan meredakan ketegangan dan mengonsolidasikan keamanan dan stabilitas," bunyi pernyataan tersebut.
Diketahui, eskalasi ini terjadi di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang masih bergejolak, serta rapuhnya upaya normalisasi diplomatik antara Arab Saudi dan Iran yang telah dirintis beberapa tahun terakhir.
Kelompok-kelompok milisi di Irak sering kali bertindak di luar kendali diplomasi resmi sebagai perpanjangan tangan proksi untuk memberikan tekanan politik kepada negara-negara Teluk.
Kamis, 30/07/2026 15:53 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB