Selasa, 09/06/2026 17:29 WIB

Saudi Larang Pasien Setop Pengobatan demi Ikuti Tren Diet





Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak menggunakan metode diet yang tidak ilmiah sebagai pengganti perawatan medis resmi.

Ilustrasi wanita ingin diet ( Foto : Tribbunews )

Makkah, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak menggunakan metode diet yang tidak ilmiah sebagai pengganti perawatan medis resmi.

Langkah ini diambil setelah ditemukannya sejumlah kasus medis di mana pasien mengalami dampak kesehatan yang buruk akibat menghentikan konsumsi insulin atau obat diabetes lainnya demi mengikuti rekomendasi diet populer yang belum teruji secara klinis.

Menurut laporan kementerian, sejumlah pasien nekat menjadikan diet sebagai jalan alternatif atau sengaja mengurangi dosis pengobatan penyakit kronis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Akibatnya, mereka harus dilarikan ke ruang perawatan intensif (ICU) karena membutuhkan penanganan darurat setelah mengalami hiperglikemia parah serta komplikasi serius terkait penyakit diabetes yang mereka derita.

Dikutip dari Arab News pada Selasa (9/6), pemerintah menegaskan bahwa mengelompokkan makanan tertentu secara sepihak sebagai makanan "bermanfaat" atau "berbahaya", serta menghapus kelompok nutrisi penting tanpa dasar medis, dapat memicu defisiensi nutrisi esensial bagi tubuh.

Pihak otoritas juga melarang promosi konsumsi gula atau lemak jenuh secara berlebihan yang diklaim aman untuk semua orang. Sebaliknya, pola makan yang sehat harus tetap seimbang dan bervariasi dengan memasukkan sayuran dalam jumlah banyak, buah-buahan yang cukup, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang beragam sembari membatasi tambahan gula, minuman manis, lemak jenuh, dan garam.

Masyarakat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi berlisensi sebelum mengadopsi diet terapeutik tertentu demi memastikan adanya pengawasan medis yang tepat.

Publik juga diminta menyaring informasi kesehatan dan hanya merujuk pada sumber resmi seperti platform portal kesadaran kesehatan milik kementerian atau melalui pusat panggilan darurat.

"Ini adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip ilmiah dan menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan pasien," kata ahli gizi klinis, Dr. Vivian Mohamad Wehbe.

"Mempromosikan makanan seperti itu sebagai pengobatan, bertentangan dengan rekomendasi kesehatan yang telah ditetapkan," dia menambahkan.

KEYWORD :

Metode Diet Berbahaya Arab Saudi Tren Berhenti Minum Obat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :