Arsip - Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025 (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Upaya diplomasi untuk mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus menunjukkan perkembangan.
Pertemuan antara pejabat tinggi kedua negara dilaporkan akan digelar di Swiss pekan depan, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Media Prancis BFMTV pada Sabtu (13/6) melaporkan bahwa sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut pertemuan penting antara perwakilan Washington dan Teheran telah dijadwalkan berlangsung di Swiss.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar berencana melakukan kunjungan ke Swiss guna membantu mempersiapkan pertemuan yang dinilai krusial tersebut.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa kota Jenewa berpotensi menjadi lokasi penandatanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang selama beberapa bulan terakhir terlibat dalam proses negosiasi intensif.
Spekulasi mengenai semakin dekatnya kesepakatan juga menguat setelah Axios melaporkan bahwa empat pesawat angkut militer C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengirimkan sejumlah peralatan ke Jenewa.
Pengiriman tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kemungkinan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance untuk menghadiri proses penandatanganan perjanjian antara Washington dan Teheran.
Namun demikian, kabar mengenai penandatanganan kesepakatan pada Minggu (14/6) langsung dibantah oleh pihak Iran.
Kantor berita Fars yang mengutip sumber dekat tim perunding Iran menyatakan bahwa laporan mengenai penandatanganan kesepakatan di Jenewa dalam waktu dekat tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Sumber tersebut menegaskan bahwa pemerintah Iran hingga kini belum mengambil keputusan akhir terkait isi kesepakatan yang sedang dirundingkan bersama Amerika Serikat.
Meski begitu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya tetap optimistis bahwa proses diplomasi akan segera membuahkan hasil.
Trump pada Sabtu (13/6) mengatakan bahwa perjanjian untuk mengakhiri konflik dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu.
Perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah isu yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan benar-benar disahkan oleh kedua belah pihak.
Jika pertemuan di Swiss terlaksana dan menghasilkan kesepakatan, langkah tersebut berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga saat ini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun Iran masih belum mengumumkan secara resmi rincian isi kesepakatan yang tengah dibahas, sehingga perhatian dunia internasional kini tertuju pada perkembangan negosiasi yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (Sputnik/RIA Novosti-OANA)
Minggu, 14/06/2026 15:41 WIB
Minggu, 14/06/2026 14:53 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB