Serangan militer AS terhadap bos geng kriminal Venezuela (Foto: Reuters)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer AS telah melancarkan serangan mematikan yang menewaskan Hector Rusthenford Guerrero Flores, atau yang lebih dikenal sebagai Nino Guerrero, pemimpin tertinggi dari geng penjara asal Venezuela, Tren de Aragua, pada Jumat (12/6) malam.
Operasi militer tersebut dikonfirmasi oleh Pentagon telah berlangsung pada awal pekan ini di wilayah Venezuela melalui koordinasi taktis dan pembagian intelijen yang ketat antara otoritas keamanan kedua negara.
“Atas arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melepaskan serangan kinetik yang cepat dan mematikan untuk berhasil mengeksekusi Nino Guerrero, pemimpin keji dari Tren de Aragua, salah satu organisasi teroris paling haus darah di planet ini,” ujar Trump dikutip dari Reuters pada Sabtu (13/6).
Trump menambahkan bahwa tindakan tegas ini dikoordinasikan secara erat dengan pemerintah Venezuela demi memberantas jaringan kriminal internasional. Kementerian Informasi Venezuela juga turut membenarkan terjadinya kontak senjata sengit dengan kelompok kriminal dalam operasi tersebut yang berakhir dengan dinetralisirnya Guerrero.
Pemerintahan Trump sebelumnya telah berulang kali membidik Guerrero dan para petinggi Tren de Aragua lainnya lewat sanksi ekonomi berlapis atas keterlibatan mereka dalam penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, hingga pencucian uang. Departemen Luar Negeri AS bahkan telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing.
Trump menuduh kelompok ini kerap mengoordinasikan aktivitas kriminal mereka di AS dengan pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolás Maduro, tuduhan yang kemudian digunakan oleh Washington sebagai pembenaran untuk mendeportasi sejumlah imigran gelap di AS ke penjara keamanan maksimum di El Salvador.
Berdasarkan catatan kepolisian Amerika Latin, jaringan Tren de Aragua sangat ditakuti karena mengendalikan jalur migrasi gelap yang dilewati warga Venezuela dan imigran lainnya menuju Chile, wilayah Amerika Selatan, hingga Eropa.
Kelompok ini juga terlibat dalam sindikat pemerasan, penculikan, pembunuhan kontrak, serta pencurian ritel terorganisasi yang membentang dari Panama hingga Brasil.
Sebelum tewas dalam operasi akhir pekan ini, Guerrero tercatat sempat meloloskan diri dari penjara Tocoron di Venezuela bersama para petinggi geng lainnya sesaat sebelum penggerebekan besar-besaran oleh polisi pada 2023 lalu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bos Geng Kriminal Venezuela Presiden AS Donald Trump Nino Guerrero

























