Selasa, 28/07/2026 23:54 WIB

Gunung Maras, Atap Bangka Belitung, Benteng Terakhir Satwa Endemik Bangka





Keistimewaan TN Gunung Maras tidak hanya terletak pada panorama pegunungannya. Kawasan ini juga memiliki bentang alam yang lengkap

Taman Nasional (TN) Gunung Maras (Foto: Kemenhut)

Jakarta, Jurnas.com - Taman Nasional (TN) Gunung Maras genap berusia 10 tahun pada 27 Juli 2026. Satu dekade sejak ditetapkan sebagai kawasan konservasi, taman nasional yang juga dikenal dengan "Atap Bangka Belitung" itu terus memperkuat perannya sebagai benteng keanekaragaman hayati sekaligus destinasi wisata alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Momentum satu dekade ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga kawasan konservasi yang menjadi penyangga kehidupan, sumber air, sekaligus habitat berbagai tumbuhan dan satwa liar endemik Pulau Bangka.

Dikutipi dari laman Kementerian Kehutanan, TN Gunung Maras merupakan salah satu dari 11 kawasan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan di bawah Kementerian Kehutanan. Kawasan ini berada di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat, sekitar 90 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Dalil.

Daya tarik utama kawasan ini adalah Gunung Maras yang memiliki ketinggian sekitar 710 meter di atas permukaan laut, menjadikannya titik tertinggi di Pulau Bangka. Karena itu, gunung ini dikenal luas sebagai Atap Bangka Belitung dan menjadi tujuan favorit para pendaki maupun pencinta wisata alam.

Keistimewaan TN Gunung Maras tidak hanya terletak pada panorama pegunungannya. Kawasan ini juga memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari ekosistem mangrove, hutan dataran rendah hingga kawasan pegunungan yang saling terhubung dalam satu kesatuan ekosistem.

Kondisi tersebut menjadikan TN Gunung Maras sebagai habitat penting bagi sejumlah satwa endemik Bangka Belitung, di antaranya kukang bangka (Nycticebus bancanus) dan tarsius bangka (Cephalopachus bancanus). Keberadaan kedua satwa tersebut memperlihatkan pentingnya kawasan ini dalam menjaga kelestarian spesies yang hanya ditemukan di wilayah tertentu.

Selain kekayaan hayatinya, kawasan konservasi ini juga menyimpan sejumlah objek wisata alam berupa Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus memperkuat potensi ekowisata di Bangka Belitung.

Mengusung tema "Melestarikan Keanekaragaman Hayati Bangka", peringatan HUT ke-10 TN Gunung Maras diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pengawasan pendakian, edukasi mengenai pendakian yang bertanggung jawab, hingga pemberian cendera mata kepada 10 pendaki pertama yang mematuhi seluruh aturan selama berada di kawasan taman nasional.

Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, mengatakan satu dekade TN Gunung Maras menjadi tonggak penting dalam menjaga keutuhan ekosistem kawasan yang selama ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelestarian alam.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar satwa endemik serta potensi wisata alam di kawasan tersebut tetap lestari hingga generasi mendatang.

Peringatan 10 tahun TN Gunung Maras juga menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan konservasi bukan hanya tugas pemerintah. Dukungan masyarakat melalui aktivitas wisata yang bertanggung jawab serta menghindari tindakan yang merusak ekosistem menjadi bagian penting dalam memastikan "Atap Bangka Belitung" tetap menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati sekaligus kebanggaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

KEYWORD :

Taman Nasional Gunung Maras Atap Bangka Belitung Satwa Endemik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :