Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada (Foto: Mohammed Aty/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Iran setuju untuk tidak mengenakan biaya tol bagi kapal-kapal yang melintas sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Laporan tersebut pertama kali disampaikan media Amerika Serikat, Fox News, yang mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi antara Washington dan Teheran.
Menurut laporan itu, Iran disebut bersedia membuka akses pelayaran di Selat Hormuz tanpa membebankan tarif tol kepada kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta perdagangan global.
Fox News juga melaporkan bahwa seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat menyatakan Washington siap mengambil langkah balasan apabila kesepakatan tersebut benar-benar ditandatangani.
Pejabat tersebut menyebut bahwa Amerika Serikat akan mencabut blokade yang selama ini diberlakukan setelah Iran secara resmi membuka Selat Hormuz.
"Jika kesepakatan ditandatangani, Amerika Serikat akan mencabut blokade bersamaan dengan dibukanya Selat Hormuz oleh Iran. Setelah itu, operasi pembersihan ranjau akan dimulai," kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip Fox News dilansir pada Minggu (14/6).
Meski demikian, pemerintah Iran memberikan penjelasan berbeda terkait isu pengenaan biaya bagi kapal yang melintas.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada pembahasan mengenai tarif tol dalam proses perundingan yang berlangsung.
"Tidak ada perundingan terkait pengenaan biaya tol," kata Araghchi.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya biaya tertentu yang berkaitan dengan layanan pelayaran atau fasilitas pendukung yang diberikan kepada kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut.
"Biaya untuk layanan kemungkinan akan diberlakukan," ujarnya.
Selain itu, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran dan Oman dalam waktu dekat akan mengeluarkan pernyataan bersama terkait pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut diyakini akan memberikan kejelasan mengenai mekanisme operasional dan keamanan jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia tersebut.
Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perekonomian global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai negara.
Setiap perkembangan yang berkaitan dengan keamanan maupun akses pelayaran di wilayah itu selalu mendapat perhatian besar dari pasar internasional.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun Amerika Serikat mengenai detail akhir kesepakatan yang tengah dirundingkan.
Namun, laporan mengenai kemungkinan dibukanya Selat Hormuz tanpa tarif tol dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas perdagangan dan keamanan maritim dunia. (Sputnik/RIA Novosti)
Minggu, 14/06/2026 15:41 WIB
Minggu, 14/06/2026 14:53 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB