Selasa, 21/04/2026 09:47 WIB

Kim Jong un Ajukan Syarat jika Korut Ingin Denuklirisasi





Kim Jong un mengatakan akan ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi, jika Washington mengambil tindakan yang sesuai.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un (Foto: Getty Images/AFP)

Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengatakan akan melakukan denuklirisasi dengan cepat, jika Amerika Serikat (AS) mengambil langkah-langkah yang sesuai dan tidak merugikan kedua negara.

Pernyataan Kim Jong itu disampaikan  lewati pidato tahunan Tahun Baru tahunannya yang menguraikan prioritas utama Pyongyang selama 12 bulan ke depan, Selasa (1/1).

Pidato yang disiarkan televisi pemerintah Korut, Kim Jong un mengatakan akan ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi, jika Washington mengambil tindakan yang sesuai.

"Kami tidak memiliki pilihan selain menjajal jalan baru untuk melindungi kedaulatan Korea Utara, jika AS salah menghitung kesabaran rakyat kita, memaksakan sesuatu kepada kita menjatuhkan sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di depan dunia," ujar Kim Jong un.

Ia merujuk pada pertemuan puncaknya dengan Presiden AS, Donald Trump di Singapura pada Juni 2018. Trump, mengatakan setelah pertemuan itu sudah melakukan pembicaraan yang bermanfaat dan bertukar gagasan konstruktif.

Pada saat itu, kedua pemimpin menandatangani janji samar-samar ihwal denuklirisasi semenanjung Korea. Diskusi  lebih lanjut justru terhenti,  Pyongyang dan Washington berdebat tentang interpretasi perjanjian itu.

"Saya siap duduk dengan presiden AS, kapan saj dan bernjanji akan berusaha dengan segala upaya dan tenaga untuk menghasilkan hasil yang dapat disambut masyarakat internasional," kata Kim.

Pyongyang, menuntut Washington mencabut sanksi dan mengumumkan penghentian resmi Perang Korea 1950-1953 sebagai tanggapan atas langkah awal unilateral menuju denuklirisasi, termasuk membongkar satu-satunya tempat pengujian nuklir dan fasilitas mesin rudal utama.

Kim Jong un juga meminta Korea Selatan menghentikan latihan militer bersama dengan "pasukan luar" yang melibatkan aset strategis. Latihan seperti justru dianggap sebagai sumber ketegangan.

"Peralatan yang berhubungan dengan perang - termasuk aset strategis dari kekuatan luar - seharusnya tidak lagi diizinkan untuk dibawa masuk," tambahnya.

Seoul dan Washington berada dalam aliansi keamanan. AS menempatkan 28.500 tentara di Selatan. Sementara itu Korea Utara dikenai puluhan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan  Bangsa-Bangsa (PBB) atas program senjata nuklir dan balistiknya.

KEYWORD :

Korea Utara Asia Pasifik Kim Jong un




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :