Ketua DPR, Setya Novanto
Jakarta - Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyebut Setya Novanto seperti menganggap Golkar dan DPR miliknya pribadi. Novanto tidak memperhatikan desakan kader di akar rumput yang memintanya mundur lantaran telah berstatus tersangka kasus korupsi proyek e-KTP dan telah dijebloskan ke jeruji besi.
Demikian disampaikan Doli dalam sebuah diskusi bertajuk `Beringin Diterpa Angin`, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017). Pasalnya, Novanto melalui dua pucuk surat yang ditulisnya dari dalam rutan, meminta agar tak dicopot dari posisi ketum Golkar dan Ketua DPR RI."Surat itu menunjukan Novanto menganggap Golkar dan DPR ini sebagai milik pribadi. Jadi seolah-seolah gini, kalau kita tonton film box office, kalau komisaris sakit dia kirim surat aja untuk dibacakan di depan komisaris," kata Doli.Dikatakan Doli, dalam dua tahun terakhir dinamika dan rapat-rapat internal di partai berlambang beringin seperti halnya rapat di sebuah perusahaan. Hal itu berbeda seperti era Akbar Tanjung. Di mana rapat berlangsung dinamis dan demokratis.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Setya Novanto Golkar DPR
























