Ilustrasi Partai Golkar
Jakarta - Dukungan Partai Golkar terhadap Presiden Jokowi di Pilpres 2019 belum aman. Hal itu setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menjebloskan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ke balik jeruji besi, Senin (20/11) dini hari.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pasca penahanan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, maka perebutan pucuk pimpinan di Partai Golkar akan terulang kembali."Maka ada kemungkinaan terulang kembali perebutan dua poros antara pengurus orangnya ARB (Aburizal Bakri) dengan kubu Agung Laksono," kata Pangi, ketika dihubungi, Jakarta, Senin (20/11).Kata Pangi, perebutan pengaruh tokoh sentral dan elite penentu seperti kubu ARB dan Agung Laksono tidak bisa dinafikan untuk menjadi ketua umum partai Golkar menggantikan Novanto.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Setya Novanto Tersangka Korupsi e-KTP KPK Golkar




















