Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arwani Thomafi
Jakarta - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang mengubah hari belajar di sekolah menjadi lima hari, dari Senin sampai Jumat dinilai menimbulkan kegaduhan baru.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan, partainya secara tegas menolak kebijakan yang rencananya akan berlaku pada tahun ajaran baru 2017-2018 itu. Sebab, nantinya aturan menerapkan setiap harinya siswa akan belajar di sekolah selama 8 jam."Kebijakan memaksakan perubahan jam belajar siswa sekolah akan memunculkan kegaduhan baru. Kami meminta Mendiknas untuk mengurungkan kebijakan itu," kata Arwani, melalui rilisnya kepada Jurnas.com, Jakarta, Minggu (11/5)."Kebijakan perubahan jam sekolah itu dirasa jauh dari rasa keadilan, tidak memahami kearifan lokal serta tidak menghargai sejarah keberadaan lembaga pendidikan di masyarakat yang sudah berkembang dan berlangsung jauh sebelum kemerdekaan," tegasnya.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mendikbud Muhadjir Effendy Waktu Belajar Siswa PPP


























