Rabu, 13/05/2026 02:35 WIB

Mengenal Gejala Virus Hanta yang Perlu Diwaspadai





Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar terutama melalui kontak dengan urin atau kotoran hewan pengerat seperti tikus

Ilustrasi sakit kepala (Foto: resume genius/unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan Afrika Selatan melaporkan dugaan wabah infeksi hantavirus langka di atas kapal pesiar MV Hondius, yang tengah berlayar di Samudra Atlantik.

Meski begitu, WHO menjamin bahwa wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar karena berbeda dari pandemi COVID-19.

"Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan," kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud baru-baru ini.

Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar terutama melalui kontak dengan urin atau kotoran hewan pengerat seperti tikus.

Lantas apa saja gejala virus hanta yang patut diwaspadai?

Melansir Alodokter pada Rabu (13/5), Gejala virus hanta biasanya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah seseorang terpapar virus yang berasal dari kotoran, urine, atau air liur tikus. Keluhan yang timbul dapat berkembang dari ringan hingga berat, tergantung pada jenis virus hanta yang menginfeksi.

Berikut ini beberapa gejala infeksi hantavirus yang perlu Anda ketahui:

1. Demam tinggi

Gejala virus hanta yang pertama adalah munculnya demam tinggi secara tiba-tiba. Demam ini merupakan tanda tubuh sedang melawan infeksi. Kondisi ini biasanya disertai menggigil, tubuh terasa panas, dan keringat berlebih.

2. Nyeri otot

Gejala hantavirus selanjutnya adalah nyeri otot yang dapat terasa cukup berat, terutama pada area paha, punggung, bahu, atau pinggul. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa pegal dan tidak nyaman saat bergerak.

3. Sakit kepala dan tubuh lemas

Infeksi virus hanta dapat menyebabkan sakit kepala disertai rasa lelah berlebihan. Penderitanya sering merasa tubuh tidak bertenaga, bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan, seperti berjalan atau bangun dari tempat tidur.

4. Mual, muntah, atau diare

Pada sebagian kasus, virus hanta juga dapat menyerang saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan berupa mual, muntah, nyeri perut, atau diare sejak fase awal infeksi.

5. Batuk dan sesak napas

Bila infeksi sudah menyerang paru-paru, hantavirus dapat menimbulkan keluhan berupa batuk disertai sesak napas. Kondisi ini dapat memburuk dengan cepat akibat peradangan dan penumpukan cairan di paru-paru, sehingga napas terasa semakin berat.

6. Mata merah atau sensitif terhadap cahaya

Beberapa penderita virus hanta dapat mengalami mata merah, iritasi, atau rasa tidak nyaman saat melihat cahaya terang akibat reaksi peradangan dalam tubuh.

7. Penurunan tekanan darah

Pada kasus yang berat, gejala virus hanta dapat disertai penurunan tekanan darah secara drastis sehingga tubuh terasa sangat lemas, pusing, bahkan berisiko mengalami syok. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Gejala ini bisa muncul akibat komplikasi infeksi virus hanta yang menyerang ginjal.

KEYWORD :

Virus Hanta Gejala Virus Hanta Tips Kesehatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :