Kamis, 30/04/2026 23:20 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional Buka Jalur di Selat Hormuz





Amerika Serikat (AS) resmi meluncurkan koalisi internasional untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada 17 April 2026, sesaat sebelum Iran mengumumkan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) resmi meluncurkan koalisi internasional untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, demikian dikonfirmasi seorang pejabat pada Kamis (30/4). Jalur perairan vital tersebut hingga kini masih terputus di tengah buntunya perundingan dengan Iran.

Koalisi yang dinamakan “Maritime Freedom Construct” (MFC) ini akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan jalur yang aman bagi kapal-kapal komersial di kawasan tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP.

“MFC akan mengambil langkah-langkah untuk menjamin lintasan yang aman, termasuk memberikan informasi waktu nyata, panduan keselamatan, dan koordinasi guna memastikan kapal-kapal dapat transit di perairan ini dengan aman,” ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri secara anonim.

Pejabat tersebut menanggapi pertanyaan mengenai bocoran kabel diplomatik yang menginstruksikan kedutaan-kedutaan besar AS untuk mendesak pemerintah asing agar bergabung dalam upaya ini.

Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa MFC merupakan upaya gabungan antara Departemen Luar Negeri dan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi pasukan militer Amerika di Timur Tengah.

“Komponen yang dipimpin oleh Departemen Luar Negeri, yang berbasis di Washington, DC, akan berfungsi sebagai pusat operasi diplomatik, menyatukan para mitra dan industri pelayaran komersial,” tambah pejabat tersebut.

Ketegangan di selat ini memuncak setelah Iran menanggapi serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari dengan mengancam kapal-kapal yang melintas. Hal ini menyebabkan lalu lintas di jalur sempit tersebut terhenti total dan mengirim harga bahan bakar global melonjak drastis.

Meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati, pelayaran melalui selat tersebut tetap terhenti secara efektif tanpa ada tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat.

Upaya untuk mengakhiri perang secara menyeluruh pun menemui jalan buntu. Pihak Iran dilaporkan mengusulkan pekan ini untuk melonggarkan cengkeraman mereka di selat tersebut, dengan syarat Washington mencabut blokade balasannya sementara negosiasi yang lebih luas terus berlanjut.

Presiden Donald Trump sebelumnya sempat mengecam sekutu-sekutunya karena keengganan mereka terlibat dalam perang melawan Iran. Dia mendesak negara-negara yang bergantung pada minyak untuk mengambil tanggung jawab dalam membuka kembali Selat Hormuz.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :