Selasa, 21/04/2026 19:43 WIB

Biji Kelor Bisa Bersihkan Mikroplastik dari Air Minum, Ini Hasil Studinya





Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa biji dari tanaman kelor (moringa) berpotensi digunakan untuk membantu menghilangkan mikroplastik dari air minum

Biji kelor (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa biji dari tanaman kelor (moringa) berpotensi digunakan untuk membantu menghilangkan mikroplastik dari air minum. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengolahan air yang lebih sederhana dan ramah lingkungan.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari São Paulo State University (ICT-UNESP), Brasil, menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor dapat bekerja seefektif bahan kimia yang selama ini umum digunakan di instalasi pengolahan air.

Dikutip dari Earth, tanaman Moringa oleifera sendiri dikenal luas di daerah tropis, terutama karena nilai gizinya. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa manfaatnya tidak berhenti di situ.

Dalam penelitian tersebut, ekstrak biji kelor diuji untuk melihat kemampuannya dalam mengikat dan menghilangkan mikroplastik yang kini banyak ditemukan di sungai, danau, hingga air minum hasil pengolahan.

Peneliti menemukan bahwa ekstrak garam dari biji kelor memiliki kinerja yang sebanding dengan aluminium sulfat, bahan koagulan yang umum digunakan di instalasi pengolahan air. Bahkan pada kondisi air yang lebih basa, kelor menunjukkan hasil yang lebih baik.

“Ekstrak garam dari biji kelor menunjukkan kinerja yang mirip dengan aluminium sulfat yang digunakan di instalasi pengolahan air untuk menggumpalkan air yang mengandung mikroplastik. Pada air yang lebih basa, kinerjanya bahkan lebih baik,” kata peneliti Gabrielle Batista dari São Paulo State University.

Metode yang digunakan dalam studi ini disebut in-line filtration, yaitu teknik penyaringan air dengan tingkat kekeruhan rendah.

Dalam proses ini, tahap awal yang penting adalah koagulasi, yaitu proses penggumpalan partikel kecil di dalam air. Mikroplastik biasanya memiliki muatan listrik negatif sehingga saling tolak-menolak dan sulit disaring. Koagulan berfungsi menetralkan muatan tersebut agar partikel dapat menggumpal dan lebih mudah disaring.

Baik ekstrak kelor maupun aluminium sulfat diuji dalam proses ini. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memiliki efektivitas yang hampir sama dalam menghilangkan partikel mikroplastik.

Salah satu keunggulan ekstrak kelor adalah cara pembuatannya yang sederhana dan bahan bakunya yang mudah didapat, terutama di wilayah tropis.

“Tidak adanya kekurangan besar dari aluminium sulfat adalah peningkatan kandungan bahan organik terlarut, yang penghapusannya bisa membuat proses menjadi lebih mahal,” kata profesor Adriano Gonçalves dos Reis dari ICT-UNESP.

“Namun, dalam skala kecil seperti di daerah pedesaan atau komunitas kecil, metode ini bisa digunakan secara hemat biaya dan efisien.”

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan air yang sengaja dicampur dengan plastik jenis polyvinyl chloride (PVC). Plastik ini dipilih karena dikenal memiliki potensi dampak buruk bagi kesehatan, termasuk sifat mutagenik dan karsinogenik.

Air tersebut kemudian diproses menggunakan simulasi pengolahan air skala kecil. Hasilnya dibandingkan antara penggunaan ekstrak kelor dan aluminium sulfat.

Analisis dilakukan menggunakan mikroskop elektron untuk menghitung jumlah mikroplastik sebelum dan sesudah proses. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua metode.

Penelitian ini memperkuat studi sebelumnya yang juga menunjukkan potensi biji kelor dalam proses pengolahan air lengkap, mulai dari koagulasi hingga filtrasi.

Saat ini, tim peneliti juga menguji ekstrak kelor pada air sungai Paraíba do Sul River di Brasil untuk melihat efektivitasnya pada kondisi nyata yang lebih kompleks.

“Semakin banyak kekhawatiran terhadap penggunaan koagulan berbasis aluminium dan besi karena tidak dapat terurai secara hayati, meninggalkan residu beracun, dan berisiko terhadap kesehatan,” jelas peneliti Adriano Reis.

Penemuan ini menunjukkan bahwa solusi untuk masalah lingkungan modern seperti mikroplastik tidak selalu harus datang dari teknologi baru yang rumit.

Tanaman seperti kelor yang sudah lama dikenal dan mudah ditemukan justru bisa menjadi alternatif penting dalam pengolahan air bersih di masa depan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ACS Omega. (*)

KEYWORD :

Biji kelor Moringa oleifera Pembersihan Mikroplastik pengolahan air




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :