Sabtu, 06/06/2026 15:16 WIB

Mengapa 10 Muharram Disebut Lebaran Yatim?





Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki makna penting bagi umat Islam.

Ilustrasi - ini penjelasan mengapa tanggal 10 Muharram disebut sebagai lebaran yatim (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki makna penting bagi umat Islam.

Di Indonesia, hari tersebut juga dikenal sebagai Lebaran Yatim atau Idul Yatama karena identik dengan tradisi menyantuni dan membahagiakan anak-anak yatim.

Penyebutan lebaran bukan berarti hari raya resmi seperti Idul Fitri atau Idul Adha.

Istilah ini lebih merujuk pada momen kebahagiaan bagi anak yatim yang mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta bantuan dari masyarakat.

Tradisi tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim, terlebih di bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan suci dalam Islam.

Selain dikenal sebagai Hari Asyura, tanggal 10 Muharram juga dikaitkan dengan sejumlah peristiwa bersejarah, seperti diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Islam sendiri memberikan perhatian besar kepada anak yatim. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang merawat dan menyantuni anak yatim.

Karena itulah, berbagai kegiatan santunan, doa bersama, hingga pemberian bantuan kepada anak yatim kerap digelar pada 10 Muharram.

Meski bukan hari raya yang diwajibkan dalam syariat, tradisi Lebaran Yatim menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial.

Melalui momentum ini, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dan menunjukkan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.

KEYWORD :

Info Keislaman 10 Muharram Lebaran Yatim Bulan Muharram




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :