Selasa, 21/07/2026 21:14 WIB

Mediator Usulkan Gencana Senjata AS vs Iran, Harga Minyak Turun





Harga minyak mentah dunia turun pada Selasa (21/7), menyusul adanya upaya mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran

Stasiun pengisian bahan bakar di Korea Selatan (Foto: EPA)

Singapura, Jurnas.com - Harga minyak mentah dunia turun pada Selasa (21/7), menyusul adanya upaya mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah saling serang terbaru antara kedua belah pihak, dan ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi Yaman.

Dikutip dari Arab News, minyak mentah berjangka Brent turun 96 sen, atau 1,1 persen, menjadi $88,26 per barel pada pukul 09.30 waktu Arab Saudi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 73 sen, atau 0,9 persen, menjadi $82,50 per barel, sementara kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman September merosot 57 sen, atau 0,7 persen, menjadi $81,91 per barel.

"Ada sedikit harapan de-eskalasi antara AS dan Iran. Laporan menyebutkan bahwa mediator mengusulkan gencatan senjata 10 hari, yang dapat mengembalikan Nota Kesepahaman (MoU) ke jalurnya," ungkap analis ING dalam sebuah catatan.

Namun, menurut ING, hal ini tidak akan mudah karena perbedaan besar masih ada antara Washington dan Teheran, sementara Trump telah memperingatkan pembalasan setelah beberapa tentara AS tewas.

Salah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal dari mediator untuk gencatan senjata 10 hari dalam upaya menyelamatkan kesepakatan yang ditandatangani pada 17 Juni.

Upaya ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi perjanjian jangka panjang guna mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Dorongan diplomatik ini menyusul malam lainnya yang diwarnai serangan AS ke kota-kota Iran dan serangan oleh Garda Revolusi Iran terhadap aset-aset militer AS di seluruh kawasan. Pada Senin malam, Komando Pusat AS mengatakan pihaknya telah memulai putaran serangan baru terhadap Iran.

Sebuah kapal tanker di Selat Hormuz melaporkan terkena proyektil yang tidak diketahui, yang memaksa krunya untuk meninggalkan kapal dan menaiki sekoci, menurut keterangan badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Penyeberangan kapal melalui selat tersebut juga semakin menurun di tengah kehati-hatian yang meningkat menyusul serangan baru antara AS dan Iran.

Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran pada Senin kemarin mengancam akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah ini membuka potensi front baru melawan AS dalam perangnya terhadap Iran dan meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global serta perdagangan di luar Teluk.

"Ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh Houthi sangat signifikan karena meningkatkan risiko gangguan terhadap eksportir minyak utama lainnya," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

KEYWORD :

Harga Minyak Dunia Gencatan Senjata Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :