Bendera China dan Taiwan (Foto: Reuters/Dado Ruvic/Illustration)
Taipei, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan Taiwan mendesak China untuk menghentikan aktivitas militer destruktif, pasca muncul laporan peningkatan jumlah pesawat tempur yang mengarah dari Beijing ke Taipei.
China yang memandang Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, dalam beberapa tahun terakhir secara teratur melakukan latihan militer di sekitar pulau itu sebagai upaya untuk menegaskan klaim kedaulatannya dan menekan Taipei.
Taiwan melaporkan terdapat pengerahan 103 pesawat militer China di atas laut, jumlah yang disebut sebagai angka tertinggi baru-baru ini.
"A“Pelecehan militer yang terus-menerus oleh militer Komunis dapat dengan mudah menyebabkan peningkatan tajam dalam ketegangan dan memperburuk keamanan regional," demikian keterangan Kementerian Pertahanan Taiwan dikutip dari Reuters pada Senin (18/9).
"Kami menyerukan pihak berwenang Beijing untuk mengambil tanggung jawab dan segera menghentikan tindakan sepihak yang merusak tersebut," tegasnya.
Selain serangan angkatan udara di dekat Taiwan selama akhir pekan, China pekan lalu juga mengirimkan lebih dari 100 kapal angkatan laut untuk latihan di perairan strategis Laut Cina Selatan dan lepas pantai timur laut Taiwan.
Pejabat anonim yang dikutip Reuters mengatakan, aktivitas itu memberikan tekanan pada semua orang di wilayah tersebut, dan menilai skala latihan angkatan laut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Taiwan China Aktivitas Militer


























