Sabtu, 16/05/2026 05:02 WIB

Trump Akui Tak Bahas Tarif Perdagangan saat Bertemu Xi Jinping





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa dia sama sekali tidak membahas masalah tarif perdagangan dalam pertemuan bersama Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Foto: NY Times)

Beijing, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa dia sama sekali tidak membahas masalah tarif perdagangan dalam pertemuan puncak bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Sekembalinya ke Washington, Trump justru mengklaim telah mengamankan kesepakatan dagang yang fantastis dengan Beijing, namun menegaskan bahwa pembicaraan mengenai tarif dagang tidak pernah diangkat oleh kedua belah pihak selama pertemuan berlangsung.

Pengakuan ini di luar dugaan banyak pihak. Pasalnya, Trump dan Xi Jinping sebelumnya sangat diharapkan oleh pelaku pasar global untuk membahas perpanjangan gencatan senjata tarif satu tahun yang sempat disepakati pada pertemuan mereka Oktober lalu di Korea Selatan.

Gencatan senjata tersebut merupakan pereda penting dari perang dagang sengit yang sempat membuat tarif beberapa komoditas melonjak hingga melebihi 100 persen.

"Kami tidak mendiskusikan hal itu (tarif). Isu tersebut tidak diangkat sama sekali," ujar Donald Trump dikutip dari AFP pada Sabtu (16/5).

Kondisi seputar perang dagang kedua negara sebenarnya telah bergeser secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada kesepakatan sebelumnya, Washington tetap mempertahankan sejumlah tarif sebagai bentuk hukuman atas tuduhan keterlibatan China dalam rantai pasokan narkotika jenis fentanyl global serta praktik perdagangan yang dinilai tidak adil.

Namun, peta kebijakan tersebut berubah drastis setelah Mahkamah Agung AS pada Februari lalu membatalkan sebagian besar bea masuk yang diterapkan Trump, termasuk yang berkaitan dengan regulasi perdagangan obat-obatan terlarang.

Menanggapi putusan pengadilan tersebut, Gedung Putih bergerak cepat dengan memanfaatkan kewenangan darurat sementara untuk memberlakukan tarif global sebesar 10 persen, sembari membuka penyelidikan baru guna menerapkan bea masuk yang lebih permanen. Langkah tarif darurat 10 persen ini pun kini tengah menghadapi gugatan hukum di pengadilan AS.

Diketahui, tujuan utama kunjungan Trump ke Beijing awal pekan ini ialah untuk mengunci sejumlah kesepakatan besar di sektor-sektor strategis, termasuk pertanian, penerbangan, dan kecerdasan buatan (AI).

Setelah hari pertama pertemuan selesai, Trump sempat mengklaim bahwa Xi Jinping telah menyetujui sejumlah poin krusial, mulai dari komitmen membantu pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga rencana pembelian jet Boeing, minyak mentah, serta kedelai dari Amerika Serikat.

Meski demikian, hingga Jumat sore, belum ada pengumuman formal yang dirilis oleh kedua belah pihak. Kementerian Luar Negeri China bahkan menolak untuk memberikan konfirmasi maupun membantah klaim-klaim sepihak yang dilontarkan oleh Trump, sehingga menyisakan tanda tanya besar di kalangan pelaku ekonomi global.

KEYWORD :

Donald Trump Xi Jinping Tarif Dagang AS-China Gencatan Senjata Perang Dagang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :