Sabtu, 16/05/2026 03:38 WIB

Kunjungan ke UEA, PM India Desak Normalisasi Selat Hormuz





Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyerukan pembukaan dan pengamanan Selat Hormuz, di tengah kekhawatiran krisis energi global akibat perang AS vs Iran

PM India Narendra Modi dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (Foto: Reuters)

Abu Dhabi, Jurnas.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyerukan pembukaan dan pengamanan Selat Hormuz, di tengah kekhawatiran krisis energi global akibat perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Modi saat memulai tur lima negaranya dengan mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (15/5) kemarin. Kedatangan Modi di UEA disambut dengan penghormatan militer penuh.

Gangguan pada jalur pelayaran Teluk melalui Selat Hormuz mengacaukan pasar minyak dan gas global. Dampaknya sangat dirasakan oleh negara importir energi seperti India, yang terpaksa menaikkan harga bensin dan solar domestik.

Sebagai pembeli minyak terbesar ketiga di dunia, India biasanya menggantungkan sekitar setengah dari pasokan minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, yang sebagian besar areanya telah diblokir oleh Iran sejak perang pecah akhir Februari lalu.

“Menjaga Hormuz tetap bebas, terbuka, dan aman adalah prioritas tertinggi kami, dan dalam hal ini kepatuhan terhadap hukum internasional sangatlah penting,” ujar Modi dalam rekaman yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri India, dikutip dari AFP.

Guna mengatasi krisis ini, India dan perusahaan minyak raksasa UEA, ADNOC, sepakat untuk menjajaki peningkatan penyimpanan minyak bumi ADNOC di India hingga mencapai 30 milibar.

Selain itu, India juga berencana menyimpan minyak mentah di pelabuhan Fujairah, UEA, sebagai bagian dari cadangan strategis nasional mereka. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan dorongan besar bagi ketahanan energi India.

Setelah dari UEA, Modi melanjutkan perjalanannya ke Belanda, Swedia, Norwegia, dan Italia. Tur diplomatik selama enam hari ini mencerminkan upaya luas India untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi dan strategisnya, sekaligus memposisikan diri sebagai pusat manufaktur dan teknologi global di luar ketergantungan pada China.

Kunjungan ke Eropa dilakukan setelah India dan Uni Eropa menyepakati Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) pada Januari lalu. Selama di Eropa, Modi juga dijadwalkan menghadiri KTT Nordik di Oslo, sebagai kunjungan pertama perdana menteri India ke Norwegia dalam 43 tahun terakhir untuk memperkuat investasi di sektor energi bersih dan teknologi tinggi.

KEYWORD :

Narendra Modi Blokade Selat Hormuz Krisis Migas Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :