Rabu, 03/06/2026 00:27 WIB

Ini Asal Usul Penamaan Kota Bogor yang Jarang Diketahui





Berikut adalah beberapa teori populer mengenai asal-usul penamaan Kota Bogor.

Ilustrasi - ini asal usul dan sejarah penamaan kota bogor (Foto: ISTIMEWA)

 

Jakarta, Jurnas.com - Kota Bogor dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai Kota Hujan.

Udaranya yang sejuk dan kedekatannya dengan ibu kota menjadikannya salah satu destinasi favorit untuk melepas penat.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana sebenarnya kata Bogor itu berasal?

Jika menilik catatan sejarah, kota di kaki Gunung Salak ini sempat bernama Pakuan Pajajaran pada era kerajaan, lalu berubah menjadi Buitenzorg di masa kolonial Belanda, hingga akhirnya resmi menyandang nama Bogor.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa teori populer mengenai asal-usul penamaan Kota Bogor.

1. Teori "Bokor" (Cawan Kuningan)

Salah satu teori yang paling populer di kalangan sejarawan kuno adalah kata "Bogor" yang berasal dari kata "Bokor". Bokor merupakan sejenis cawan atau wadah yang terbuat dari kuningan atau logam yang biasanya digunakan dalam upacara keagamaan atau tradisi kuno.

Dalam perkembangannya, terjadi perubahan fonetik atau pergeseran bunyi akibat dialek masyarakat setempat dari huruf `k` menjadi `g`, sehingga kata "Bokor" perlahan-lahan berubah pelafalannya menjadi "Bogor".

2. Teori "Baghar" atau "Bakhar" (Bahasa Arab)

Teori lain menyebutkan bahwa nama Bogor mendapat pengaruh dari bahasa asing, khususnya bahasa Arab. Berdasarkan catatan beberapa budayawan, kata Bogor berasal dari kata "Baqa" atau "Baghar/Bakhar" yang berarti sapi atau Lembu.

Teori ini dikaitkan dengan keberadaan patung sapi atau Arca Nandi yang ditemukan di Kebun Raya Bogor (berasal dari kompleks candi Hindu kuno). Karena masyarakat lokal sering melihat arca sapi tersebut, mereka menyebut kawasan itu berdasarkan nama hewan tersebut dalam bahasa Arab, yang kemudian terdistorsi menjadi "Bogor".

3. Teori "Tunggul Kawung" (Pohon Aren)

Dalam bahasa Sunda kuno, kata "Bogor" juga memiliki arti tersendiri. Berdasarkan naskah-naskah Sunda klasik, kata bogor merujuk pada tunggul pohon kawung (pohon aren atau enau) yang sudah mati atau sudah ditebang.

Kawasan Bogor pada masa lampau memang dikenal sebagai wilayah yang subur dengan hutan aren yang lebat. Penggunaan nama tanaman atau bagian pohon sebagai nama sebuah wilayah merupakan hal yang sangat lumrah dalam tradisi toponimi (penamaan tempat) di tanah Sunda.

4. Lidah Lokal yang Kesulitan Mengeja "Buitenzorg"

Sebelum bernama Bogor, pemerintah kolonial Hindia Belanda menamai kawasan ini Buitenzorg pada tahun 1745, yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".

Ada sebuah anekdot dan teori sosial yang menyebutkan bahwa masyarakat pribumi kala itu kesulitan melafalkan kata Buitenzorg yang cukup rumit bagi lidah orang Sunda.

Akibat salah dengar dan salah ucap yang terjadi secara turun-temurun selama ratusan tahun, pelafalan Buitenzorg secara ekstrem berubah di telinga dan lidah lokal menjadi kata "Bogor".

KEYWORD :

Hari Jadi Bogor 3 Juni Asal Usul Kota Bogor




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :