Sabtu, 18/04/2026 01:23 WIB

Rusia Perbarui Rencana Evakuasi Sipil dari Ukraina





Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengumumkan rencana baru gencatan senjata, yang bertujuan untuk mengamankan evakuasi warga sipil dari Ukraina.

Pemandangan menunjukkan area di dekat gedung pemerintah daerah, yang menurut pejabat kota terkena serangan rudal, di pusat Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022. REUTERS/Vyacheslav Madiyevskyy

New York, Jurnas.com - Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengumumkan rencana baru gencatan senjata, yang bertujuan untuk mengamankan evakuasi warga sipil dari Ukraina.

Bila sebelumnya Moskow telah menetapkan sejumlah rute untuk sipil, yang diprotes Ukraina karena lokasi tujuan lebih banyak ke Rusia, kini warga sipil dari Ukraina dibebaskan pergi ke lokasi pilihan mereka.

"Kebetulan, proposal ini tidak menuntut agar warga negara dikirim ke Rusia, ke wilayah Rusia," kata dia dikutip dari Aljazeera pada Selasa (8/3).

"Ada juga evakuasi yang ditawarkan ke kota-kota Ukraina di sebelah barat Kyiv, dan pada akhirnya itu akan menjadi pilihan orang-orang itu sendiri ke mana mereka ingin dievakuasi," lanjut dia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menuduh Rusia mengingkari perjanjian rute evakuasi sebelumnya, dan mencoba menghentikan warga sipil dengan menanam bahan peledak di jalan.

"Ada kesepakatan tentang koridor kemanusiaan. Apakah itu berhasil? Tank Rusia bekerja sebagai gantinya, Grads Rusia (peluncur roket ganda), ranjau Rusia," kata Zelensky dalam sebuah video yang diposting di Telegram.

Zelensky juga mengatakan pasukan Rusia menghancurkan bus yang akan mengevakuasi warga sipil dari zona pertempuran.

"Mereka memastikan bahwa koridor kecil ke wilayah pendudukan terbuka untuk beberapa lusin orang. Tidak terlalu ke arah Rusia seperti ke arah propagandis, langsung ke kamera televisi," imbuh Zelensky.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Martin Griffiths, wakil sekretaris PBB untuk urusan kemanusiaan, mengatakan badan global itu sangat membutuhkan jalur aman untuk mengirimkan bantuan ke kota-kota yang terkepung.

"Warga sipil di tempat-tempat seperti Mariupol, Kharkiv, Melitopol dan di tempat lain sangat membutuhkan bantuan, terutama pasokan medis yang menyelamatkan jiwa," terang Griffiths. Dia mendesak semua pihak untuk memastikan bahwa warga sipil, rumah, dan infrastruktur di Ukraina dilindungi.

"Ini termasuk memungkinkan perjalanan yang aman bagi warga sipil untuk meninggalkan daerah permusuhan aktif secara sukarela, ke arah yang mereka pilih," tutur dia.

KEYWORD :

Rusia Ukraina Evakuasi Sipil Vassily Nebenzia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :