Rabu, 03/06/2026 18:14 WIB

China Minta AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata





China mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mematuhi gencatan senjata serta menghindari kembali terjadinya perang

Militer Iran berjaga di jalanan (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - China mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mematuhi gencatan senjata serta menghindari kembali terjadinya perang.

Pernyataan itu disampaikan setelah Amerika Serikat mengaku melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, sebagai respons atas dugaan serangan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah. Washington juga menyatakan militer AS dan pasukan mitranya telah mencegat sejumlah rudal dan drone Iran.

"China sangat prihatin terhadap situasi saat ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning kepada wartawan di Beijing, Rabu.

Mao mengatakan pecahnya kembali perang tidak menguntungkan siapa pun.

"Kami berharap pihak-pihak terkait dapat menghargai peluang perdamaian, mematuhi komitmen gencatan senjata, dan mempertahankan momentum negosiasi, serta berpegang pada penyelesaian sengketa melalui cara politik dan diplomatik," katanya.

Dia pun menambahkan agar pihak bertikai segera mewujudkan gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan serta menciptakan kondisi untuk memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah.

Sementara itu, Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat serangan rudal dan drone yang disebut sebagai tindakan "permusuhan" pada Rabu dini hari.

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang melalui serangan udara meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April. Konflik tersebut bermula setelah AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Perang Iran Gencatan Senjata Kemlu China AS Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :