Wanita berjalan di dekat bangunan yang hancur, dengan satu orang memegang bendera Hizbullah, di desa Kfar Kila di Lebanon selatan (Foto: REUTERS)
Beirut, Jurnas.com - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan pada Minggu (31/5) bahwa Hizbullah berkomitmen pada gencatan senjata yang komprehensif dan segera serta menyerukan upaya untuk memaksa Israel menghentikan operasi militernya.
Demikian dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon.
Berri mengatakan konflik itu "tidak terletak pada posisi kelompok perlawanan tersebut terhadap gencatan senjata", melainkan pada berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon, yang menurutnya membuat ribuan warga sipil Lebanon mengungsi dan terus menghancurkan desa serta rumah-rumah di berbagai area.
Ia mengatakan setiap upaya untuk meredakan eskalasi konflik memerlukan jaminan nyata yang akan mewajibkan Israel untuk sepenuhnya menghentikan serangan mereka.
Pernyataan Berri muncul saat Lebanon selatan menyaksikan eskalasi militer Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang oleh Israel digambarkan sebagai langkah yang diperlukan untuk melenyapkan Hizbullah.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 17 April, Israel terus meluncurkan serangan, melakukan pembongkaran, dan mengeluarkan perintah evakuasi di Lebanon selatan dengan alasan menargetkan Hizbullah yang juga tetap melanjutkan serangan.
Konflik ini memanas setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel pada 2 Maret sebagai aksi balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, yang kemudian direspons Israel dengan serangan udara masif dan invasi darat. Israel mereka kini beroperasi di dalam koridor garis kuning sejauh 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gencatan Senjatan Lebanon Israel Parlemen Lebanon Militan Hizbullah

























