Kamis, 16/04/2026 12:44 WIB

AS Minta Rusia Buka Akses Bantuan Kemanusiaan





Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Samantha Power menekankan pentingnya mengamankan akses kemanusiaan, ke kota-kota Ukraina yang menjadi korban bom Rusia.

Pemandangan menunjukkan area di dekat gedung pemerintah daerah, yang menurut pejabat kota terkena serangan rudal, di pusat Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2022. REUTERS/Vyacheslav Madiyevskyy

Washington, Jurnas.com - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Samantha Power menekankan pentingnya mengamankan akses kemanusiaan, ke kota-kota Ukraina yang menjadi korban bom Rusia.

Power mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan sudah dikumpulkan untuk Ukraina, tetapi masyarakat internasional harus siap menekan Rusia, agar memberikan akses bantuan kemanusiaan itu masuk di tengah pertempuran yang sedang berkecamuk.

"Masalah besar konflik modern seperti yang Anda ketahui di tempat-tempat seperti Suriah, Yaman, tempat lain, dan Ethiopia yang paling dramatis adalah akses," kata Power dikutip dari Aljazeera pada Jumat (4/3).

Dalam konflik-konflik lain, lanjut Power, pasukan yang mengendalikan wilayah tertentu telah menolak akses kemanusiaan. "Dan itu tidak bisa terjadi dalam kasus ini," sambung dia.

USAID bertanggung jawab atas bantuan kemanusiaan dan pembangunan AS di luar negeri. Pernyataan Power datang di tengah meningkatnya kebutuhan akan bantuan ke Ukraina, saat perang memasuki hari kedelapan pasca Rusia melancarkan serangan habis-habisan terhadap tetangganya pada 24 Februari lalu.

Pasukan Rusia merebut kota pelabuhan Kherson yang strategis pada Kamis (3/3) kemarin, dan mengepung Mariupol ke timur saat mereka berusaha untuk merebut pusat-pusat kota di seluruh negeri, termasuk ibu kota Kyiv.

Pertempuran itu mendorong satu juta warga Ukraina meninggalkan negara itu untuk mencari keselamatan sejauh ini, menurut laporan PBB.

"Bagi jutaan orang lainnya, di dalam Ukraina, sudah waktunya bagi senjata untuk diam, sehingga bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa dapat diberikan," tulis Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi di Twitter sehari sebelumnya.

KEYWORD :

USAID Bantuan Kemanusiaan Rusia Ukraina Perang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :