Rabu, 22/04/2026 01:28 WIB

Luhut Minta KPK Buat Sistem Pemantauan Korupsi di Pelabuhan





Pembuatan sistem kerja pelabuhan yang efisien juga dinilai sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia mengandalkan transportasi laut dalam pengoptimalan perdagangan internasional.

Menteri Koordinatir Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat sistem yang bisa mencegah tindakan korupsi di Pelabuhan. Ia tak mau pelabuhan  jadi ladang korupsi akibat kurangnya pemantauan.

"Saya sangat harapkan peran KPK sama-sama mengawasi. Ini saya kira success story luar biasa buat republik ini, buat KPK, kalau bisa buat pelabuhan efisien," kata Luhut dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, (11/12).

Luhut mengatakan sistem kerja pelabuhan di Indonesia masih sangat rumit. Ia bahkan membandingkan sistem kerja Indonesia dengan Abu Dhabi dan Dubai yang sudah sangat efisien

"Saya melihat betapa negara sangat efisien sekarang, mereka betul-betul membuat negaranya menjadi tertata dengan baik. Semua karena disiplin, semua karena digitalisasi. Tren digitalisasi sudah terjadi di seluruh dunia dan berangsung di berbagai sektor," ujar Luhut.

Pembuatan sistem kerja pelabuhan yang efisien juga dinilai sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia mengandalkan transportasi laut dalam pengoptimalan perdagangan internasional.

"Sekitar 80 persen perdangan internasional ditransportasikan melalui laut, laut sangat vital sekali. Kita tidak dapat menaifkan betapa krusialnya penanganan pelabuhan bagi suatu negara. Kalau di pelabuhan gak tertata dengan baik, high cost. Itu yang terjadi di negeri ini," tutur Luhut.

Sistem pelabuhan yang ribet dinilai cuma bikin susah sistem perdagangan di Indonesia. KPK diminta memutar otak untuk mencari cara paten untuk membuat sistem pelabuhan di Indonesia menjadi lebih ringkas.

"Pelabuhan yang produktif dan efisien dapat menjadi keunggulan tersendiri dan menarik pemuatan internasional untuk singgah di pelabuhan Indonesia," ucap Luhut.

 
KEYWORD :

KPK Kuhut Binsar Panjaitan Korupsi di Pelabuhan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :