Minggu, 19/04/2026 07:32 WIB

Dua Orang Tewas pasca Divaksinasi, 1 Juta Vaksin Moderna Ditarik





Penangguhan vaksin yang memengaruhi lebih dari 2,6 juta secara total, terjadi saat Jepang memerangi gelombang terburuk Covid-19 akibat varian Delta yang menular, dengan infeksi harian baru melebihi 25.000 bulan ini untuk pertama kalinya di tengah perlambatan peluncuran vaksin.

Vaksin Moderna dari Amerika yang menjadi vaksin booster bagi tenaga kesehatan. (Foto: Ist)

Tokyo, Jurnas.com - Kasus kontaminasi vaksin membuat pemerintah Jepang menangguhkan penggunaan 1 juta vaksin Moderna, setelah muncul laporan dua orang meninggal pasca disuntik Moderna.

Penangguhan vaksin yang memengaruhi lebih dari 2,6 juta secara total, terjadi saat Jepang memerangi gelombang terburuk Covid-19 akibat varian Delta yang menular, dengan infeksi harian baru melebihi 25.000 bulan ini untuk pertama kalinya di tengah perlambatan peluncuran vaksin.

Laporan terbaru kontaminasi vaksin datang dari prefektur Gunma dekat Tokyo dan prefektur selatan Okinawa, mendorong penangguhan dua lot lagi di samping 1,63 juta dosis yang sudah ditarik minggu lalu.

Dikutip dari Reuters pada Senin (30/8), zat hitam kecil ditemukan di botol vaksin Moderna di Gunma, sementara di Okinawa, zat hitam terlihat di jarum suntik dan botol, dan bahan merah muda ditemukan di jarum suntik yang berbeda.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, beberapa insiden mungkin disebabkan oleh jarum yang dimasukkan secara tidak benar ke dalam botol, mematahkan bagian sumbat karet.

Kasus kontaminasi mengikuti laporan pemerintah pada Sabtu pekan lalu, bahwa dua orang meninggal setelah menerima vaksin Moderna, sehingga pemerintah harus melakukan penangguhan.

Pemerintah memastikan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran, dan penangguhan itu adalah tindakan pencegahan. Adapun penyebab kematian sedang diselidiki.

"Menurut pendapat saya, kontaminasi zat asing tidak mungkin langsung menyebabkan kematian mendadak," kata Takahiro Kinoshita, seorang dokter dan wakil ketua Cov-Navi, sebuah kelompok informasi vaksin.

"Jika zat yang terkontaminasi cukup berbahaya untuk menyebabkan kematian bagi sebagian orang, mungkin lebih banyak orang akan menderita beberapa gejala setelah vaksinasi," sambung dia.

"Namun, penyelidikan lebih lanjut pasti diperlukan untuk mengevaluasi bahaya dari dosis tertentu yang dipertanyakan," tutup dia.

KEYWORD :

Vaksin Moderna Program Vaksinasi Jepang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :