Rabu, 19/12/2018 10:11 WIB

Kotjo Ungkap Jalan Pintas Negosiasi dengan Sofyan Basir

Bos Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes B Kotjo sebagai terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 mengungkap pihak penghubung dengan Dirut PLN Sofyan Basir, sehingga negosiasi bisa berjalan dengan cepat.

Tersangka Suap PLTU Riau, Eni Maulani Saragih

Jakarta - Bos Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes B Kotjo sebagai terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 mengungkap pihak penghubung dengan Dirut PLN Sofyan Basir, sehingga negosiasi bisa berjalan dengan cepat.

Menurutnya, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus tersebut memiliki peran penting untuk mengatur pertemuan dengan Sofyan.

"Kalau saya minta ketemu Pak Sofyan (secara resmi) bisa dua minggu. Kalau (melalui) Ibu Eni bisa cepat. Ini bisa negosiasi cepat saya dengan Pak Sofyan," kata Kotjo, saat menjalani pemeriksaan terdakwa kasus suap PLTU Riau, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/11).

Awalnya, Kotjo meminta tolong kepada Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk membantunya. Novanto lalu mengarahkan Kotjo berkoordinasi dengan Eni.

Sehingga, lanjut Kotjo, melalui Eni pertemuan dengan Sofyan bisa dilakukan kapan saja. Namun, saat itu Kotjo belum menjanjikan apapun kepada Eni jika proyek tersebut berhasil digarap.

Kotjo mengatakan, proyek itu rencananya bakal digarap perusahaannya dan perusahaan asal China bernama CHEC Ltd (China Huadian Engineering Company Ltd). "Ibu Eni tidak pernah tanya saya berapa-berapa dan saya tidak bicara apa pun," kata Kotjo.

Sebelumnya, Eni Saragih menyebut, Dirut PLN Sofyan Basir mendapat jatah paling the best atau paling besar dari hasil suap PLTU Riau-1. Menurutnya, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Sofyan Basir untuk membahas pembagian fee dari hasil suap PLTU Riau.

"Waktu itu disampaikan kalau ada rezeki, ya sudah bagi bertiga. Saya bilang, Pak Sofyan yang bagiannya paling the best," kata Eni, saat bersaksi untuk terdakwa Johanes Kotjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan Idrus Marham sebesar Rp 4,7 miliar. Uang fee itu bertujuan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Limited, bisa menggarap proyek PLTU Riau.

Peran Sofyan terungkap dalam surat dakwaan Johanes Kotjo, yang dibacakan Jaksa KPK, Ronald F Worotikan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/10).

Dalam dakwaan Johanes tersebut terungkap adanya pertemuan antara Johannes, Sofyan, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, dan Direktur Pengadaan Startegis II PT PLN, Supangkat Iwan Santoso.

Dimana, dalam pertemuan itu Eni Saragih meminta agar Sofyan membantu Johanes Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1. Sofyan pun mengamini permintaan Eni dengan memerintahkan anak buahnya yakni, Iwan Santoso untuk mengawasi kontrak proyek tersebut.

"Eni Maulani Saragih meminta Sofyan Basir membantu terdakwa mendapatkan proyek PLTU Riau-1, dimana Sofyan Basir kemudian memerintahkan Supangkat Iwan Sontoso mengawasi proses kontrak ‎proyek PLTU Riau-1," kata Ronald saat membacakan surat dakwaan Johannes Kotjo.

TAGS : Suap PLTU Riau Dirut PLN Sofyan Basir




TERPOPULER :