Ilustrasi - ini sejarah Hari Preeklampsia Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Mei (Foto: SHUTTERSTOCK)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 22 Mei, masyarakat dunia memperingati Hari Preeklampsia Sedunia atau World Preeclampsia Day.
Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai preeklampsia, salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi dan dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi jika tidak ditangani sejak dini.
Preeklampsia sendiri merupakan kondisi medis yang umumnya muncul setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu.
Gangguan ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, dan sering kali disertai kerusakan organ, terutama ginjal yang ditunjukkan melalui adanya protein dalam urine.
Dalam kondisi tertentu, preeklampsia dapat berkembang menjadi eklampsia yang memicu kejang dan komplikasi serius lainnya.
Sejarah Hari Preeklampsia Sedunia berawal dari meningkatnya perhatian komunitas kesehatan global terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi akibat gangguan hipertensi selama kehamilan.
Peringatan global ini pertama kali diselenggarakan pada 22 Mei 2017 melalui kolaborasi berbagai organisasi kesehatan ibu dunia yang ingin mendorong edukasi serta deteksi dini terhadap kondisi tersebut.
Sejumlah organisasi internasional seperti Preeclampsia Foundation, lembaga kesehatan maternal, hingga komunitas medis dunia bergabung dalam kampanye tersebut.
Tujuannya bukan hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan untuk memperkuat akses pemeriksaan kehamilan yang aman dan rutin.
Data global menunjukkan preeklampsia masih menjadi masalah kesehatan serius. Diperkirakan sekitar 10 persen ibu hamil di seluruh dunia mengalami kondisi ini.
Setiap tahun, gangguan tersebut dikaitkan dengan sekitar 76 ribu kematian ibu dan lebih dari 500 ribu kematian bayi baru lahir di berbagai negara.
Para ahli menilai deteksi dini menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko komplikasi.
Pemeriksaan kehamilan rutin dapat membantu mengenali gejala awal seperti tekanan darah tinggi, pembengkakan berlebihan, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, hingga kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
Hari Preeklampsia Sedunia kini diperingati di banyak negara melalui seminar kesehatan, kampanye media sosial, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, hingga penyebaran informasi mengenai gejala dan faktor risiko preeklampsia.
Kampanye ini menjadi pengingat bahwa kesehatan ibu selama masa kehamilan tidak hanya berdampak pada sang ibu, tetapi juga menentukan keselamatan generasi berikutnya.
Melalui peringatan tahunan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala serta mengenali gejala yang dapat muncul sejak awal.
Upaya pencegahan dan penanganan cepat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko komplikasi yang mengancam jiwa.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
22 Mei Hari Preeklampsia Sedunia World Preeclampsia Day Peringatan Internasional






















