Selasa, 16/10/2018 04:26 WIB

Komisi III Kutuk Teror Bom di Surabaya

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi mengutuk tindakan teror pengeboman yang terjadi di depan gereja Katolik Santa Maria, Surabaya.

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi mengutuk tindakan teror pengeboman yang terjadi di depan gereja Katolik Santa Maria, Surabaya.

"Teror ini adalah perbuatan keji yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun. Kita sampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan," ucap pria yang akrab disapa Habib ini dalam rilisnya, Minggu (13/5/2018).

Habib mengatakan, kejadian ini mengingatkan semua pihak agar kembali mawas diri dengan semua potensi ancaman gangguan keamanan. "Aparat keamanan perlu meningkatkan fungsi intelkamnya. Peningkatan informasi inteljen diperlukan untuk mengantisipasi setiap gangguan keamanan yang akan terjadi," ujarnya.

Menurutnya, deteksi dini dan pencegahan yang cepat menjadi kunci penanganan terorisme di Indonesia. "Tentunya hal ini perlu melibatkan sinergi antar berbagai lembaga negara seperti Kepolisian, TNI, BNPT, maupun BIN. Menko Polhukam harus bekerja lebih keras untuk mengkoordinasikan kerja lintas sektor tersebut," imbuhnya.

Dikabarkan, ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga titik di Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi, 13 Mei 2018. Tiga lokasi yang dijadikan sasaran adalah gereja. Lokasi pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Kecamatan Gubeng. Kemudian, lokasi kedua terjadi di sebuah gereja di Jalan Diponegoro, dan lokasi ketiga sebuah gereja di Jalan Arjuna.

Terdapat kerusakan pada beberapa bagian bangunan Gereja Santa Maria Jalan Ngagel . Di dekat pintu pagar, seonggok tubuh tergeletak, diduga pelaku bom bunuh diri yang tewas. Selain itu, diduga dari jemaat gereja ada yang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka. garis polisi juga telah dipasang dari semua arah dalam radius 100 meter dari titik kejadian.

TAGS : Warta DPR Komisi III DPR Terorisme




TERPOPULER :