Minggu, 23/09/2018 02:07 WIB

Iran Siapkan Balasan Agresi Israel ke Suriah dan Umat Muslim

Menurut Menlu Iran, serangan militer pimpinan AS bertujuan untuk merusak hubungan Iran, Rusia, dan Turki

Dari kiri ke kanan: Presiden Iran Hasan Rouhani, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Erdogan (Foto: Aljazeera)

Istambul - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mengatakan, perundingan damai Suriah di Astana harus terus dilanjutkan meskipun militer pimpinan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Sabtu lalu, AS, Perancis, dan Inggris secara bersamaan melancarkan serangkaian serangan udara ke Suriah, setelah rezim Assad diduga melakukan serangan kimia di Douma pada 7 April.

Saat konferensi pers di Teheran, Qassemi mengatakan bahwa perundingan Astana - antara Turki, Iran, dan Rusia - menjadi gangguan bagi AS, yang tidak menjadi bagian dalam proses perdamaian.

"Serangan itu hanya bertujuan untuk merusak hubungan Iran, Rusia, dan Turki," ujar Qassemi, sambil mendesak ketiga negara untuk tetap waspada dan memperjuangkan upaya mereka untuk menjaga integritas teritorial Suriah.

Iran juga bertekad akan menanggapi sebuah serangan yang diduga diluncurkan oleh Israel ke pangkalan udara militer T4 Suriah, di barat provinsi Horns, pada pekan lalu, yang menewaskan tujuh tentara Iran.

"Agresi Israel ke warga Suriah dan umat Muslim di kawasan itu masih terus berlangsung. Cepat atau lambat, mereka akan menyaksikan balasan kami," tegas Qassemi. (aa)

TAGS : Senjata Kimia Suriah Iran Amerika Serikat Rusia




TERPOPULER :