Jum'at, 20/10/2017 03:03 WIB

Jokowi Diyakini Kerek Suara Partai Pendukung

Presiden Jokowi diyakini dapat meningkatkan perolehan suara partai pendukung pada pelaksaan Pemilu 2019 mendatang.

Ketum PPP Romahurmuziy

Jakarta - Presiden Jokowi diyakini dapat meningkatkan perolehan suara partai pendukung pada pelaksaan Pemilu 2019 mendatang.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan, partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi akan mendapat simpati publik pada Pemilu nanti.

"Sosok pak Jokowi adalah sosok yang bisa mengerek suara. Tapi suara siapa yang dikerek, suara PPP kah, Golkar kah, Nasdem kah, atau PDIP yang sejak awal mendukung beliau atau justru dibagi rata," kata Romy sapaan akrab Romahurmuziy, saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah DPW PPP Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (12/8).

Untuk itu, kata Romi, setiap kader PPP harus senantiasa membantu pemerintah menyaring dan meluruskan berita-berita fitnah atau hoax.

"Seluruh kader harus bekerja keras, membuka diri dan tidak melupakan tugas kita sebagai bagian dari joalisi pemerintahan hari ini dan 2019 mendatang," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Romi mengatakan yang terpenting bagi seluruh kader PPP tetap konsisten dan bekerja dengan sungguh-sungguh mewujudkan target tiga besar perolehan suara Pileg 2019.

Menurutnya, melalui Musyawarah Kerja Wilayah DPW PPP Jawa Tengah, PPP meneguhkan tekadnya mengusung kader sendiri dalam Pemilihan Gubernur Jateng 2018. Dimana, PPP mendukung Ahmad Muqowam yang kini duduk sebagai anggota DPD RI.

TAGS : PPP Romahurmuziy Presiden Jokowi Pemilu 2019




TERPOPULER :

TERKINI

Uni Papua FC Gandeng Soxna Soccer Academi Madrid

Selama berlangsungnya turnamen SOXNA akan melakukan t...

Berikut Metode Baru Mencari Atlet Terbaik

Pelatih panjat tebing dari Belgia, Verhouven akan berbagi...

Pasca Pembubaran PRIMA, Berikut Persiapan Pemerintah dan KONI

Peralihan fungsi Satlak Prima ke KONI Pusat yang terpenti...

Pilkada 2018, PPP Pilih Realistis

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mau terlalu ambi...

Komisi III DPR: Biarkan Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu

Munculnya pro-kontra atas pembentukan Densus Tindak Pidan...

Skandal Kendaraan Nissan Kembali Terkuak

Bulan ini, produsen mobil tersebut terpaksa mengumumkan d...