https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Australia: Canberra Berkepentingan Atas Terbukanya Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 14/04/2026 14:15 WIB



Menhan Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa Canberra mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Tanker melintas di Selat Hormuz (Foto: Associated Press)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa Canberra mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan sedang bekerja sama dengan para mitranya, termasuk Prancis dan Inggris, terkait masalah tersebut.

Ia menyampaikan komentar tersebut kepada lembaga penyiaran ABC saat ditanya apakah Australia mendukung blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat di Selat Hormuz.

"Kita perlu melihat adanya kebebasan navigasi, tentu saja, melalui Selat Hormuz," ujar Marles kepada ABC.

Baca juga :
PBB: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global

"Kami sangat berkepentingan agar Selat Hormuz tetap terbuka dan rantai pasokan bahan bakar global kembali normal." dia melanjutkan.

Namun, ia menegaskan bahwa Australia hanya akan berkontribusi dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz jika gencatan senjata menjadi permanen.

Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat

"Dan saat ini, hal tersebut sangat tidak pasti. Kami benar-benar perlu melihat apa yang terjadi selama sisa masa gencatan senjata, serta bagaimana situasi di Selat Hormuz yang memungkinkan dimulainya suatu upaya tertentu." katanya.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di Teluk pada 12 April, menyusul gagalnya perundingan damai akhir pekan lalu. Trump memperingatkan bahwa kapal-kapal perang Iran yang menantang blokade tersebut akan dihancurkan.

Baca juga :
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!

Blokade resmi berlaku mulai pukul 14.00 pada Senin (13/4), meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata dua pekan beberapa hari sebelumnya. Pakistan selaku mediator dan Qatar terus menyerukan agar gencatan senjata tetap dihormati di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menhan Australia Selat Hormuz Donald Trump

Terkini | Rabu, 10/06/2026 15:32 WIB

News

Tingkatkan Layanan, Kemenhub Segera Ganti Regulasi Pemanduan

News

AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Hitam Militer, China Ngamuk

News

Pemerintah Harus Benahi Data PBI demi Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

News

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja di Era AI

News

Tingkat Kecakapan Berbahasa Inggris di Indonesia Tergolong Rendah

News

Komisi I DPR Dukung Tambahan Anggaran Pertahanan Demi Perkuat TNI

News

Legislator PKB: Program MBG Harus Diawasi, Bukan Dibiarkan Tanpa Pengawasan

News

PT Jakarta Perberat Hukuman Uang Pengganti Kerry Riza Jadi Rp 13,4 Triliun

News

AirNav Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan hingga Daerah 3T

News

Legislator PKS: Kenaikan Pertamax Jangan Sampai Ganggu Pasokan BBM Subsidi

News

Rekrutmen SDM Koperasi Merah Putih Harus Selektif dan Berintegritas

News

PBB: Laju Kenaikan Permukaan Laut Global Meningkat Dua Kali Lipat

News

Said PDIP Minta Pemerintah Terbuka pada Kritik di Tengah Krisis

Gaya Hidup

Studi: Anak yang Sering Bermain di Luar Rumah Lebih Sehat Mental

News

Timnas Iran Ajukan Pakai Ban Lengan Hitam di Piala Dunia, Apa Maknanya?

News

Penulis Cilik, Membuka Fakta Rendahnya Tingkat Literasi di Indonesia

News

Beredar Daftar Nama yang Disebut Terseret Kasus Korupsi MBG

Olahraga

Profil Ole Romeny, Pencetak Gol Kemenangan Indonesia Lawan Mozambik

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777