https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menteri UMKM Akui Rupiah Lemah Mulai Tekan Pelaku Usaha

Gery David Sitompul | Rabu, 10/06/2026 14:42 WIB



Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap dampak yang muncul akibat fluktuasi kurs.

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku UMKM, terutama mereka yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menurut Maman, pemerintah tidak menutup mata terhadap dampak yang muncul akibat fluktuasi kurs. Meski tidak seluruh sektor UMKM terdampak, beberapa jenis usaha mulai menghadapi kenaikan biaya produksi seiring menguatnya dolar AS.

"Terlepas dari apa pun, namun kita juga harus mengakui bahwa tentunya ada dampak di beberapa sektor tertentu terhadap UMKM kita," kata Maman kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Baca juga :
Said PDIP Minta Pemerintah Terbuka pada Kritik di Tengah Krisis

Salah satu sektor yang saat ini paling merasakan tekanan adalah pelaku usaha tahu dan tempe. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor kedelai membuat mereka menghadapi lonjakan biaya bahan baku utama.

"Sampai saat ini kalau kita lihat, yang sekarang muncul kan perajin tempe, tahu kita. Karena memang ketergantungan kita terhadap bahan baku impor kedelai memang tinggi di situ," ujarnya.

Baca juga :
Senin Sore, Menko PM Ajak Menteri UMKM dan Menteri Ekraf Rapat di MBloc

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian UMKM terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia guna memantau perkembangan dan menyiapkan langkah mitigasi.

"Yang terpenting kami pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan mitigasi untuk mencegah dan mengantisipasi dampak-dampak yang memang bisa berdampak kepada UMKM kita," kata dia.

Baca juga :
Adian Salut Menteri UMKM Ke Pasar Senen: Keren, Tidak Cuma Percaya Laporan

Khusus untuk komoditas kedelai, pemerintah pada Selasa, 9 Juni 2026 mengumumkan akan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram melalui Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga di tengah pelemahan rupiah dan tingginya ketergantungan terhadap impor komoditas tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah pada tahap pertama akan menyalurkan subsidi untuk 250 ribu ton kedelai.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan teknis pelaksanaan subsidi kedelai tersebut masih akan dibahas bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan asosiasi pengusaha kedelai.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri UMKM Maman Abdurrahman Harga Dolar Naik Impor Kedelai Rupiah Lemah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777