Pemandangan migran dari Maroko datang ke Spanyol melalui laut (Foto: AP)
Madrid, Jurnas.com - Spanyol mengecam keras sikap demagogi Italia yang menyerukan agar Spanyol dikeluarkan dari zona Schengen. Desakan tersebut muncul menyusul gelombang kedatangan migran dari Maroko ke Ceuta, sebuah wilayah eksklave milik Spanyol.
Sebagai bentuk tanggapan atas desakan tersebut, pemerintah Spanyol juga memanggil Duta Besar Italia untuk Madrid guna menyampaikan protes resminya secara langsung, sebagaimana dikutip dari AFP pada Jumat (31/7).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan dukungannya untuk menutup akses area Schengen dengan Spanyol, dengan alasan bahwa imigrasi ilegal dan tidak terkontrol dapat membahayakan keamanan nasional.
"Gambar-gambar yang datang dari Ceuta menunjukkan bagaimana keputusan pemerintah Madrid untuk memberikan kewarganegaraan Spanyol, dan karenanya Eropa, kepada lebih dari 500.000 imigran ilegal adalah sangat salah dan merangsang perdagangan manusia," kata Tajani .
Pernyataan dari Menteri Luar Negeri Italia tersebut dinilai tidak pantas oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Luis Albares. Dia menegaskan bahwa ucapan itu tidak layak datang dari "negara mitra dan sahabat yang dari sana kami mengharapkan solidaritas Eropa dan bukannya demagogi partisan."
Kawasan Schengen sendiri merupakan sistem perbatasan terbuka yang mencakup 29 negara Eropa yang secara resmi telah menghapus pemeriksaan perbatasan di antara wilayah mereka.
Diketahui, Ceuta merupakan wilayah eksklave milik Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko.
Bersama dengan Melilla, wilayah ini menjadi satu-satunya perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika, menjadikannya titik tujuan utama bagi para migran yang ingin mencari suaka atau kehidupan yang lebih baik di Eropa.
Lonjakan kedatangan migran sering kali memicu ketegangan diplomatik antara Madrid dan Rabat, terutama ketika pengawasan perbatasan melonggar dan ribuan orang nekat menerobos pagar pembatas tinggi atau berenang melintasi garis pantai demi menembus wilayah Spanyol.
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB