Pelaku pembantaian warga Homs saat perang Suriah (Foto: SANA)
Damaskus, Jurnas.com - Otoritas Suriah menangkap dua pria yang dituduh terlibat dalam pembantaian puluhan warga sipil di wilayah pedesaan Homs barat, pada masa pemerintahan mantan Presiden Bashar Assad.
Kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi kedua tersangka sebagai Faez Abbas Akhal dan Nasr Mohammad Ghosn, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Jumat (31/7).
Dikatakan, mereka terlibat dalam penyerangan ke Desa Wadi Al-Mawla di area Tal Kalakh, yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Direktorat Intelijen Militer rezim Assad, menurut laporan kantor berita Syrian Arab News Agency.
Dalam kasus yang dialihkan ke Direktorat Antiterorisme untuk diselidiki, kedua pria tersebut mengakui saat diinterogasi telah mengambil bagian dalam pengepungan dan penyerangan ke desa tersebut yang mengakibatkan tewasnya 40 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Penangkapan ini berlangsung seiring langkah otoritas baru Suriah yang terus memburu jajaran pejabat serta anggota lembaga keamanan era Assad yang dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia selama perang saudara.
Konflik bersenjata tersebut bermula pada Maret 2011 dan berakhir pada Desember 2024 seiring tumbangnya rezim Assad akibat serangan pihak oposisi.
Pemerintahan baru berkomitmen untuk menegakkan akuntabilitas dan keadilan transisi melalui serangkaian penyelidikan atas dugaan kejahatan yang terjadi di bawah rezim terdahulu.
Berbagai organisasi hak asasi manusia juga berulang kali mendesak dibentuknya proses peradilan yang transparan demi menjamin keadilan bagi para korban beserta keluarga mereka.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan tetap berkomitmen untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap warga Suriah diadili, serta melindungi hak-hak para korban.
Jum'at, 31/07/2026 13:31 WIB
Jum'at, 31/07/2026 13:23 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB