Pejuang Palestina dari sayap bersenjata Hamas (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk "pelucutan senjata secara penuh" dari kelompok Hamas, yang disebutnya sebagai langkah krusial menuju pembentukan pemerintahan baru Palestina di Gaza.
Belum ada pernyataan langsung dari pihak Hamas mengenai pengumuman tersebut. Namun, klaim Trump disampaikan setelah sumber-sumber yang dekat dengan perundingan bersama mediator di Kairo mengungkapkan kepada AFP bahwa faksi Islam Palestina itu bergerak menuju kesepakatan yang mencakup perlucutan senjata mereka.
"Hari ini, Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan HISTORIS untuk PELUCUTAN SENJATA MENSELURUH dari Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang abadi," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Kamis (30/7), sembari menambahkan bahwa pelucutan senjata akan berlangsung dalam "fase yang terstruktur secara cermat."
"Seiring selesainya pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) bakal bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina untuk memastikan Gaza aman bagi para penghuninya maupun negara-negara tetangga," tambah Trump seraya berterima kasih kepada mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.
Isu krusial mengenai pelucutan senjata Hamas telah menjadi salah satu poin perdebatan utama dalam kemajuan kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung antara Israel dan Hamas di Gaza sejak Oktober.
Meski gencatan senjata berlaku, eskalasi kekerasan masih terjadi di lapangan, di mana serangan udara Israel menewaskan sedikitnya empat orang termasuk dua anak-anak pada Kamis, menurut pejabat kesehatan setempat.
Sementara itu, Kairo dijadwalkan bakal segera menjadi tuan rumah pertemuan para mediator gencatan senjata Gaza—yang melibatkan AS, Qatar, dan Turki—sebagaimana dilaporkan media Al-Qahera News pada Jumat pagi.
Laporan tersebut tidak menyebutkan tanggal pasti pertemuan, namun mengonfirmasi pembicaraan akan berfokus pada implementasi fase kedua dari peta jalan (roadmap) gencatan senjata yang telah disetujui faksi-faksi Palestina.
Di bawah 20 poin rencana perdamaian Gaza gagasan Trump, fase kedua gencatan senjata mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap militer Israel.
Rencana ini juga mengamanatkan pembentukan kelompok teknokrat Palestina, Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), untuk mengelola pemerintahan sehari-hari selama masa transisi keluar dari perang.
Sebelumnya pada Kamis, seorang sumber internal Hamas mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya masih dalam proses mengajukan amandemen terhadap draf usulan tersebut.
Jum'at, 31/07/2026 11:05 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB