PT Agung Podomoro Land, Tbk (Parkland Podomoro)
Jakarta, Jurnas.com - Sepanjang Semester I tahun 20206, PT Agung Podomoro Land Tbk sukses bukukan penjualan dan pendapatan Rp 3,66 triliun alias meningkat 117 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 1,69 triliun.
Corporate Secretary Agung Podomoro Land Justini Omas, mengatakan capaian ini menunjukkan strategi perseroan menjaga fundamental bisnis di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik, berjalan sesuai rencana.
"Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan,” kata Justini.
Pertumbuhan itu, menurut Justini, memberi keyakinan bagi manajemen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Selain itu, kinerja pendapatan, perseroan juga dilaporkan membalikkan rugi komprehensif pada semester I tahun lalu menjadi laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp 523,5 miliar.
Manajemen menyatakan perbaikan kinerja sejalan dengan meningkatnya pengakuan penjualan dari proyek-proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta pengelolaan operasional yang semakin efisien. Hingga Juni 2026, marketing sales tercatat sebesar Rp 603 miliar dari target tahun 2026 sebesar Rp 1,4 triliun.
Capaian ini didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya rumah tapak, serta proyek mixed-use milik perseroan.
Perseroan melaporkan pengakuan penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp 2,2 triliun kepada kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI), melalui anak usaha APLN, yakni PT Sinar Menara Deli (SMD).
Penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam melakukan optimalisasi dan rebalancing portofolio aset, sehingga Perseroan dapat fokus pada pengembangan dan pengelolaan aset-aset yang berkontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.
“Monetizing aset bernilai tinggi menjadi bukti bahwa APLN mampu membangun value tinggi terhadap aset-asetnya. Sebagai perusahaan properti, tentunya Agung Podomoro akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang memberikan nilai dan dampak ekonomi positif secara berkelanjutan,” tutur Justini.
Perbaikan kinerja Agung Podomoro, menurut dia, juga tergambar dari total liabilitas perseroan yang terus menurun. Pada semester I 2026, liabilitas atau beban utang perusahaan tercatat Rp 10,37 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 11,28 triliun.
Selama 2,5 tahun terakhir, perseroan secara agresif terus menurunkan beban-beban hutangnya. Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2023 total liabilitas Perseroan masih tercatat sebesar Rp 14,87 triliun. Artinya, selama 2,5 tahun Agung Podomoro mampu melunasi utang hingga senilai Rp 4,50 triliun.
Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp 1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp 1,51 triliun.
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB