Bencana banjir di Jerman (Foto BBC)
Berlin, Jurnas.com - Sedikitnya enam orang tewas dan 30 lainnya masih dinyatakan hilang, dalam bencana banjir parah di Rhineland-Palatinate, Jerman barat pada Kamis (15/7).
Sementara itu 50 orang masih menunggu di atap untuk diselamatkan di perbukitan Eifel, setelah beberapa rumah runtuh.
Sebagian besar banjir dipicu ketika sungai Ahr, yang mengalir ke sungai Rhine, meluap di selatan Bonn. Malu Dreyer, kepala negara bagian Rhineland-Palatinate, menggambarkan banjir itu sebagai bencana.
"Ada yang tewas, hilang dan banyak orang masih dalam bahaya," terang Dreyer dikutip dari BBC.
"Semua layanan darurat kami beraksi sepanjang waktu dan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," sambung dia.
MPR Goes to Campus, Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Perjuangkan UU Pengelolaan Perubahan Iklim
Helikopter polisi dan tentara telah dikerahkan ke beberapa daerah untuk membantu warga yang terdampar. Beberapa sekolah ditutup, sementara jaringan transportasi kereta api dan jalan rusak parah di sekitar bagian barat negara itu.
Sekitar 25 rumah dalam bahaya runtuh di distrik Schuld bei Adenau, di wilayah Eifel, di mana keadaan darurat telah diumumkan.
Dikatakan beberapa rumah telah benar-benar terisolasi dan tidak bisa lagi dicapai dengan perahu. Empat orang tewas di wilayah Eifel ketika rumah mereka tersapu pada Kamis dini hari menurut keterangan polisi.
Sebelumnya, prakiraan cuaca menunjukkan lebih banyak hujan lebat akan terjadi di sebagian besar Jerman dan Belgia pada Kamis dan Jumat.
Para ahli mengatakan bahwa perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi kejadian cuaca ekstrem.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bencana Alam Banjir Jerman Perubahan Iklim























