Gubernur DKI Jakarta Ahok
Jakarta - Jelang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017, popularitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat semakin merosot. Apa faktor yang membuat popularitas Ahok-Djarot kian merosot?
Menurut tim peneliti LSI Adjie Alfaraby, ada beberapa faktor yang membuat popularitas Ahok-Djarot terus merosot. Menurutnya, ada empat alasan mengapa Ahok menjadi Common Enemy."Data ini diperoleh melalui riset kualitatif. Pertama, akibat isu kebijakan publik (penggusuran dan reklamasi) yang tak disukai," kata Adjie, di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (4/10).Kedua, kata Adjie, menyangkut karakter Ahok yang kasar dan arogan. Sikap mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap bukan tipe pemimpin yang layak memimpin Jakarta.Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Kemudian, alasan ketiga dari hasil riset LSI sekitar 40 persen pemilih yang beragama muslim di DKI tidak bersedia dipimpin oleh Ahok yang beragama non muslim.Lebih lanjut Adjie menjelaskan, alasan terakhir lantaran adanya kompetitor baru atau pasangan bakal calon baru yang bisa dipilih warga Jakarta. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi alternatif pemilih yang pro atau pun kontra Ahok.
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta Pilgub DKI Jakarta PDIP Golkar Ahok-Djarot



























