Minggu, 19/04/2026 14:39 WIB

Iran Kutuk Serangan Drone AS Lewat Surat kepada Kepala PBB





Masyarakat internasional perlu menghadapi tindakan Washington yang tidak stabil.

Bendera kebangsaan Iran berkibar di sebuah kilang minyak milik negara itu (Foto: IRNA)

Teheran, Jurnas.com - Iran mengutuk pelanggaran wilayah udaranya pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS). Dalam suratnya kepada Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), ia mengatakan, masyarakat internasional perlu menghadapi tindakan Washington yang tidak stabil.

"Iran mengutuk, sekuat mungkin, tindakan salah yang tidak bertanggung jawab dan provokatif AS yang memikul tanggung jawab internasionalnya," tulis duta besar Iran untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi, dalam suratnya yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBN António Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (20/6).

Sebelumnya pada hari itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh sebuah pesawat AS tak berawak setelah melanggar wilayah udara negara itu.

Ravanchi menulis dalam suratnya bahwa Iran memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatannya sesuai dengan Piagam badan dunia.

"Saat Iran tidak mencari perang, namun memiliki hak yang melekat, di bawah Pasal 51 Piagam PBB, untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan terhadap setiap tindakan bermusuhan yang melanggar wilayahnya, dan bertekad untuk mempertahankan tanah laut dan udaranya," katanya.

Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan AS agar mengakhiri tindakan tidak sah dan tidak stabil di wilayah Teluk Persia.

"Ini bukan tindakan provokatif pertama Amerika Serikat terhadap integritas teritorial Iran," katanya, mengingatkan PBB bahwa Iran selalu memprotes langkah AS melalui bagian kepentingan Washington di kedutaan Swiss di Teheran.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Seyyed Abbas Araqchi memprotes pelanggaran AS dalam panggilan telepon dengan utusan Swiss.

"Ada bukti tak terbantahkan tentang keberadaan drone ini di wilayah udara Iran dan bahkan beberapa bagian reruntuhannya telah diambil dari perairan teritorial Iran," kata Araqchi.

Ia meminta Washington menghormati perbatasan udara dan laut Iran itu. Utusan Swiss mengatakan, Iran akan selalu bertindak tegas dalam mempertahankan tanah dan airnya tanpa ragu-ragu.

Sekjen PBB mengatakan hari Kamis bahwa ia khawatir tentang ketegangan di Teluk Persia.

"Dia mengimbau semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan apa pun yang dapat meningkatkan situasi yang sudah tegang," kata Stephane Dujarric, juru bicara Guterres.

KEYWORD :

Amerika Serikat Iran António Guterres




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :