Jum'at, 17/04/2026 14:35 WIB

Jalan Gubeng Amblas, Ini Kata Persatuan Insinyur Indonesia





Pihak PII mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki penyebab kejadian amblasnya Jalan Raya Gubeng.

Kondisi Jalan Raya Gubeng yang semalam amblas (Foto: Dishub Surabaya)

Jakarta - Semalam Pada Pukul 21.40 WIB Jl. Raya Gubeng Surabaya (Depan Bank BNI) telah amblas sehingga jalan tersebut terputus dan sudah dilakukan penutupan jalan oleh petugas.

Dikutip dari laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rumah Sakit Siloam Surabaya telah melakukan pembangunan proyek
Basement yang tidak di pondasi sehingga mengakibatkan jalan tertarik dan amblas hingga kedalaman sekitar 20 meter dengan panjang sekitar 100
meter dan lebar 25 meter.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Lokasi kejadian telah diamankan oleh pihak-pihak terkait.

Merujuk SK Menteri PU PR Nomor : 290/KPTS/M/2015 penetapan ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan Nasional dan SK Menteri Nomor: 248 /KPTS/M/2015 Tentang penetapan Ruas Jalan Dalam Jaringan Jlan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor-1 (JKP-
1) sepanjang 0,52 Km

Jalan Raya Gubeng yang masuk Ruas Jalan Nasional mulai STA 0+000 – 0+520 (Bts Ruas Jalan Stasiun Gubeng (Hotel Sahid) sampai Bts Ruas Jalan Biliton). Lokasi kejadian jalan Raya Gubeng amblas (Depan Bank BNI) tidak termasuk ruas jalan utama.

Mencermati kejadian bencana Amblesnya Jalan Raya Gubeng dengan kedalaman sekitar 30 meter dan lebar 8 meter semalam, pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Timur menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut.

Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) provinsi Jatim Ir. Andira Reo Putra mengapresiasi pihak kepolisian yang secara sigap telah melakukan pengamanan lokasi kejadian bencana.

"Kami mendorong pembentukan tim investigasi independen menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Meminta kepada pemkot surabaya untuk mengevaluasi proses perijinan dan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan konstruksi jalan tersebut," ucapnya.

Selain itu juga melakukan audit forensik terhadap berbagai proyek di sekitar lokasi kejadian bencana, yang sangat berpeluang menjadi pemicu terjadinya bencana tersebut. Termasuk, terhadap Pekerjaan pembangunan basement RS. SiloM yang tidak menggunakan sheet pile, sehingga berpeluang menimbulkan dorongan tanah horizontal/Sliding area pada jalan disekitarnya.

PII dalam hal ini PW PII Jatim sebagai Organisasi profesi keinsinyuran, yang sesuai undang-undang berhak melakukan intervensi/evaluasi atas pekerjaan keinsinyuran, akan melakukan Investigasi/Audit Forensik secara lebih mendalam untuk memastikan penyebab bencana jalan Ambles tersebut.

KEYWORD :

Jalan Amblas Jalan Gubeng Persatuan Insinyur Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :